Indonesia Terus Berkoordinasi dengan Negara-Negara Tetangga dalam Penanganan Karhutla

1 week ago 6
Indonesia Terus Berkoordinasi dengan Negara-Negara Tetangga dalam Penanganan Karhutla Wabup Kotim Irawati (tengah) saat mendukung langsung penanganan karhutla di lapangan, Sampit beberapa waktu lalu.(ANTARA/Devita Maulina)

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan negara-negara tetangga dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil guna memitigasi dampak kabut asap yang mulai melintasi batas negara di kawasan Asia Tenggara.

Juru Bicara Kemenlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyatakan bahwa Indonesia secara konsisten memanfaatkan mekanisme ASEAN untuk membahas isu kabut asap lintas batas. Hal ini didasarkan pada Agreement on Transboundary Haze Pollution (Kesepakatan ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas) yang telah berjalan.

“Pertemuan berkala untuk membahas isu kabut asap dan koordinasi tindak lanjutnya juga terus dilakukan bersama para mitra di kawasan,” ujar Nabyl di Jakarta, Rabu (9/9).

Strategi Domestik dan Operasi Modifikasi Cuaca

Di tingkat domestik, pemerintah melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merancang serangkaian Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini bertujuan untuk mengendalikan titik api di wilayah rawan karhutla melalui hujan buatan.

Berikut adalah jadwal dan detail operasi modifikasi cuaca yang direncanakan:

Wilayah Operasi Periode (2026) Alutsista / Pesawat
Jawa Timur 3 - 9 September CASA A2104
Kalimantan Barat 5 - 14 September CASA 212
Kalimantan Tengah 6 - 14 September CASA 212

Operasi ini juga mendapat dukungan logistik penuh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memastikan efektivitas pemadaman di lapangan.

Dampak Regional dan Bantuan Internasional

Laporan terkini menunjukkan kabut asap akibat karhutla telah mencapai wilayah Sabah dan Sarawak di Malaysia, Singapura, Brunei, hingga Filipina, termasuk Manila. Di Malaysia, wilayah Serian di Sarawak sempat dinyatakan dalam status darurat pada Sabtu (5/9) sebelum akhirnya dicabut pada Senin (7/9).

Dalam menghadapi krisis ini, dukungan internasional mulai mengalir. Pemerintah Jepang telah mengerahkan tiga helikopter untuk membantu operasi pemadaman di Indonesia dengan masa tugas mulai 12 hingga 19 September 2026. Sementara itu, pemerintah Malaysia menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan bantuan aset, namun saat ini masih menunggu respons dan izin resmi dari pemerintah Indonesia. (Ant/I-1)

Kondisi Cuaca Terkini: Berdasarkan data BMKG per 9 September 2026 pukul 19.30 WIB, wilayah Jakarta Pusat (Gambir) terpantau berawan tebal dengan suhu 29 °C. Kondisi cuaca kering akibat iklim ekstrem terus menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan karhutla susulan.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |