Ilustrasi(Dok Istimewa)
Transformasi industri pertambangan Indonesia menuju operasional yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan makin mendorong kebutuhan atas teknologi kendaraan berat yang mampu bekerja pada medan ekstrem dan menjawab tuntutan pengurangan emisi.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam ajang Mining Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.
PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama dengan SAIC Hongyan menghadirkan sejumlah kendaraan komersial berat untuk mendukung kebutuhan sektor pertambangan dan industri.
Kehadiran teknologi kendaraan berat di tengah perkembangan industri pertambangan nasional semakin relevan, terutama bagi sektor batu bara, nikel, dan mineral yang membutuhkan armada dengan daya angkut besar, ketahanan tinggi, serta efisiensi operasional.
Selain produktivitas, arah perkembangan industri juga mulai mengarah pada penggunaan teknologi yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Dalam pameran tersebut, tiga produk utama ditampilkan, yakni 6x4 Dump Truck 390 HP dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 50 ton, 8x4 Dump Truck 430 HP dengan GVW 75 ton, serta 6x4 EV Tractor Head dengan kapasitas baterai 300–600 kWh dan Gross Combination Weight (GCW) 49–90 ton.
Kehadiran kendaraan listrik untuk kebutuhan industri berat menjadi salah satu perkembangan yang mendapat perhatian dalam transformasi sektor pertambangan. Elektrifikasi kendaraan komersial berpotensi menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi energi dan mendukung agenda keberlanjutan dalam kegiatan industri.
Li Dong selaku International Business Department Country Region Manager SAIC Hongyan mengatakan Indonesia merupakan pasar strategis, terutama karena perkembangan sektor pertambangan yang terus membutuhkan dukungan teknologi dan kendaraan komersial.
“Indonesia merupakan salah satu pasar strategis bagi SAIC Hongyan, khususnya pada sektor pertambangan yang terus berkembang. Melalui Mining Indonesia 2026, kami ingin memperkuat kolaborasi dengan para pelaku industri sekaligus memperkenalkan arah pengembangan teknologi kendaraan komersial dengan kinerja yang tangguh, lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan, termasuk solusi kendaraan listrik untuk kebutuhan industri pertambangan ke depan,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).
Ia menyatakan perkembangan industri kendaraan berat menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok sektor pertambangan. Armada hauling dan logistik memiliki peran besar dalam mengangkut hasil tambang, mendukung kegiatan konstruksi, operasional pelabuhan, hingga aktivitas di kawasan industri.
Direktur PT Naraya Dipta Buana Andy Maulana mengatakan partisipasi dalam Mining Indonesia 2026 menjadi upaya untuk menghadirkan solusi kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan mendukung transformasi teknologi di sektor pertambangan.
“Partisipasi dalam Mining Indonesia 2026 merupakan bentuk komitmen kami untuk semakin dekat dengan pelanggan serta memberikan solusi kendaraan yang kompetitif dan berkelanjutan. Bersama SAIC Hongyan, kami optimistis dapat mendukung transformasi industri melalui teknologi kendaraan generasi berikutnya, termasuk pengembangan kendaraan listrik yang akan menjadi bagian penting dari masa depan industri pertambangan Indonesia,” kata Andy.
Selain menghadirkan produk kendaraan, PT Naraya Dipta Buana sebagai mitra resmi SAIC Hongyan di Indonesia menyiapkan layanan penjualan, purna jual, dukungan suku cadang, dan solusi operasional bagi pelanggan di sektor pertambangan, logistik, dan konstruksi.
Menurut dia, pengembangan kendaraan berat yang semakin efisien, aman, dan rendah emisi menjadi salah satu tantangan dan peluang bagi industri pertambangan nasional.
"Di tengah tuntutan peningkatan produktivitas dan keberlanjutan, pemanfaatan teknologi generasi baru, termasuk elektrifikasi kendaraan komersial, diperkirakan akan semakin mewarnai arah modernisasi sektor pertambangan Indonesia," pungkasnya.


















































