Bendera Tiongkok.(Antara)
PEMERINTAH Tiongkok menurunkan 815 atlet untuk berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan membawa ambisi mempertahankan dominasinya setelah memuncaki klasemen medali dalam 11 edisi terakhir.
"Sejak 1982, Tiongkok telah memuncaki klasemen medali emas dan perolehan medali keseluruhan dalam 11 edisi Asian Games berturut-turut," kata Chef de Mission Tiongkok Gao Zhidan dilansir laman resmi Dewan Olimpiade Asia (OCA) dari Xinhua, Kamis.
Kontingen Tiongkok secara keseluruhan berkekuatan 1.274 orang. Sebanyak 815 atlet akan tampil dalam 38 cabang olahraga dan 369 nomor pertandingan. Skuad tersebut diperkuat 36 juara Olimpiade dengan rata-rata usia 24 tahun. Lebih dari seperempat atlet berusia 20 tahun atau lebih muda, sementara sebagian besar akan menjalani debut di Asian Games.
Tiongkok juga melibatkan 69 tenaga ahli asing dari 24 negara dan kawasan, termasuk Australia, Spanyol, Prancis, Belanda, dan Inggris. Atlet loncat indah Tiongkok Wang Zongyuan mengatakan Asian Games menjadi ajang penting untuk menguji kesiapan para atlet menjelang persaingan di level internasional.
"Asian Games merupakan ajang olahraga multicabang dengan level tertinggi di Asia dan menjadi ujian nyata bagi persiapan kami," kata Wang.
Tiongkok mulai memuncaki klasemen medali Asian Games pada edisi New Delhi 1982 dan mempertahankan posisi tersebut dalam setiap penyelenggaraan setelahnya.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober dengan mempertandingkan 469 nomor dari 43 cabang olahraga. Sementara itu, Indonesia berkekuatan 430 atlet dan 145 ofisial dari 35 cabang olahraga pada Asian Games Aichi-Nagoya.
Kontingen Indonesia membidik empat medali emas, lebih rendah dibandingkan perolehan tujuh emas pada Asian Games Hangzhou. Penurunan target tersebut antara lain dipengaruhi tidak dipertandingkannya sejumlah nomor yang sebelumnya menjadi sumber emas Indonesia di Hangzhou. (Ant/P-3)


















































