CNN Indonesia
Kamis, 02 Apr 2026 13:00 WIB
Ilustrasi. Daging ayam jadi salah satu makanan sisa paling berbahaya jika dimakan kembali. (iStockphoto/Urvashi9)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sering merasa sayang jika ada makanan yang tersisa? Tunggu dulu, makanan sisa tak bisa disimpan untuk dimakan kembali begitu saja.
Beberapa makanan sisa disebut lebih berbahaya jika dimakan setelah disimpan beberapa lama. Apa saja?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak dari kita mengalami 'lapar mata'. Memasak atau membeli makanan dalam porsi banyak karena takut kurang, tapi justru malah tersisa karena perut yang terlampau kenyang.
Sayangnya, tak semua makanan diciptakan sama. Beberapa makanan lebih dianjurkan agar langsung dibuang jika tersisa. Keracunan makanan jadi potensi risiko utama yang bisa terjadi jika kamu memaksa menyimpan makanan sisa untuk dimakan kembali.
Keracunan makanan disebabkan oleh mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, jamur, atau patogen lain. Sisa makanan yang disimpan dengan cara yang salah bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Merangkum berbagai sumber, setidaknya ada beberapa makanan sisa yang sebaiknya tidak disimpan untuk dimakan kembali.
1. Nasi
Mengutip All Recipes, nasi mengandung pati dan memerangkap kelembapan. Dengan kata lain, nasi merupakan tempat ideal bagi bakteri berkembang biak, utamanya bakteri Bacillus cereus, penyebab keracunan makanan. Bakteri ini dapat menghasilkan spora yang membuatnya dapat bertahan pada suhu tinggi.
Sisa makanan memasuki 'zona bahaya' pertumbuhan bakteri saat disimpan di suhu ruang sekitar 5-57 derajat Celcius.
"Jika nasi tetap berada di zona suhu berbahaya, Anda dapat dengan mudah menggandakan jumlah bakteri hanya dalam waktu 15-20 menit," ujar ahli gizi Clark Casarella.
"Setelah satu jam, Anda akan melihat bakteri dengan jumlah delapan kali lipat, karena jumlahnya akan terus berlipat ganda," tambahnya.
Jika pun dipanaskan kembali, nasi tetap akan menjadi 'surga' bagi bakteri yang tahan panas seperti Bacillus cereus. Hal ini juga berlaku untuk sumber karbohidrat lain seperti kentang dan pasta.
"Nasi hanyalah pati basah. Jika dibiarkan begitu saja, nasi akan memperlihatkan pertumbuhan bakteri yang merajalela," ujarnya.
2. Piza
Anda bisa keracunan makanan dari piza yang sudah matang dengan berbagai cara, termasuk saat piza sudah basi.
Selain tepung, mengutip The Independent, rempah-rempah kering yang sering ditaburkan di atas piza seperti oregano juga rentan terhadap kontaminasi mikroba. Kontaminasi bisa terjadi karena cara penyimpanan yang kurang tepat.
Beberapa patogen bawaan makanan bisa bertahan hidup pada rempah kering, termasuk di antaranya bakteri penyebab keracunan Bacillus cereus dan Salmonella.
Jika pun dipanaskan kembali, rempah-rempah kering pada piza yang disimpan terlalu lama pada suhu ruang bisa jadi 'camilan' sempurna bagi kuman.
Sebagai solusinya, simpan sisa piza di dalam kulkas dalam waktu dua jam setelah tiba. Dengan begitu, piza akan tetap aman saat disantap kembali.
Simpan juga piza dalam wadah tertutup dan dimakan dalam waktu tidak lebih dari dua hari.
3. Ayam
Ayam yang sudah dimasak sangat mudah rusak setelah dingin. Kandungan air dan nutrisinya yang tinggi, serta keasamannya yang rendah mendukung pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan.
Penting untuk menyimpan sisa daging ayam dengan benar, apalagi jika ayam tidak dimasak dengan matang sempurna. Pasalnya, daging ayam yang kurang matang berisiko terkontaminasi bakteri penyebab keracunan makanan.
Jika ada sebagian kecil saja daging ayam yang tidak matang, kuman yang masih ada di dalam jaringan dapat mulai berkembang biak, bahkan ketika makanan tersebut disimpan di dalam kulkas.
(asr)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2

















































