Ini Penjelasan Dokter Kenapa Suasana Hati Langsung Auto-Happy Setelah BAB

2 weeks ago 28
Ini Penjelasan Dokter Kenapa Suasana Hati Langsung Auto-Happy Setelah BAB ilustrasi(Magnific)

RASA lega dan tenang usai buang air besar (BAB) bukanlah sekadar perasaan subjektif. Para dokter spesialis gastroenterologi mengonfirmasi bahwa sensasi nyaman yang dialami tubuh setelah BAB dipicu oleh reaksi neurologis dan fisiologis yang bikin suasana hati langsung auto-happy.

Dikutip dari Eatingwell, Dr. David D. Clarke, spesialis gastroenterologi, menjelaskan bahwa proses BAB melibatkan stimulasi saraf vagus, saraf kranial terpanjang di tubuh yang menghubungkan otak dengan organ pencernaan. Stimulasi ini memicu penurunan detak jantung dan tekanan darah secara alami, sehingga memunculkan rasa relaksasi mendalam atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai poo-phoria.

"Proses defekasi (BAB) dipengaruhi oleh mekanisme fisiologis dan neurologis yang kompleks, yang tidak hanya memastikan pembuangan limbah secara efisien, tetapi juga berkontribusi pada sensasi lega dan sejahtera," kata Dr. David D. Clarke

Tiga Faktor Utama Pemicu Sensasi Nyaman Saat BAB

Selain pengaruh saraf vagus, ada beberapa mekanisme biologis lain yang membuat aktivitas pembuangan ini terasa begitu melegakan:

  1. Pelepasan Serotonin Usus: Sekitar 90% hormon serotonin (penyeimbang mood) diproduksi di saluran pencernaan. Pelepasan serotonin membantu pergerakan otot usus sekaligus memberikan dorongan suasana hati yang positif.
  2. Pelepasan Tekanan Fisik: Menahan BAB dapat menyebabkan regangan pada usus dan ketidaknyamanan. Mengeluarkan kotoran secara responsif memberikan kelegaan fisik dan mental secara instan.
  3. Keseimbangan Otot dan Emosi: Proses pembuangan yang lancar membantu menurunkan tingkat stres harian serta menjaga sistem metabolisme tubuh tetap stabil.

Langkah Praktis Menjaga Kesehatan Usus

Guna memastikan proses pencernaan tetap lancar dan terhindar dari sembelit maupun iritasi usus, para ahli merekomendasikan langkah-langkah kesehatan berikut:

  • Konsumsi Cukup Serat dan Cairan: Tambahkan biji-bijian (seperti chia atau flaxseed), kacang-kacangan, serta buah dan sayur yang kaya air ke dalam menu harian.
  • Jaga Rutinitas dan Gerak Tubuh: Lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki harian untuk merangsang motilitas usus, serta hindari kebiasaan menahan dorongan BAB.
  • Menerapkan Mindful Eating: Makan dengan tenang dan mengunyah makanan hingga halus untuk meringankan beban kerja usus dan mencegah perut kembung.

Pakar mengingatkan bahwa proses BAB idealnya berlangsung tanpa rasa sakit. Jika seseorang mengalami nyeri persisten, pendarahan, atau perubahan pola BAB yang drastis, segera konsultasikan ke dokter spesialis untuk penanganan medis lebih lanjut.

(Eatingwell/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |