Seorang prajurit USS Abraham Lincoln jatuh ke laut pada 3 Agustus di tengah laporan krisis sanitasi dan tekanan mental akibat penugasan yang diperpanjang.(AFP)
SEORANG prajurit Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan jatuh ke laut dari kapal induk USS Abraham Lincoln pada 3 Agustus lalu. Insiden di tengah gelombang laut yang buruk tersebut terjadi di tengah maraknya laporan mengenai memburuknya kondisi hidup dan kesehatan mental para awak kapal selama masa penugasan yang diperpanjang.
Tiga pejabat AS mengonfirmasi kepada CNN bahwa prajurit yang mengenakan pelampung tersebut berhasil diselamatkan dalam waktu satu jam oleh helikopter pencari dan penyelamat. Korban langsung mendapatkan perawatan medis sebelum dipindahkan dari kapal untuk penanganan lebih lanjut. Pihak Angkatan Laut AS mengategorikan peristiwa itu sebagai episode krisis kesehatan mental.
Laporan ini menambah panjang daftar kekhawatiran terkait kondisi prajurit di kapal yang telah berlayar lebih dari 250 hari sejak berangkat dari San Diego pada November lalu. Ditugaskan ke Timur Tengah untuk mendukung operasi militer dalam perang dengan Iran, kapal yang membawa lebih dari 5.000 personel tersebut telah mencetak rekor tanpa singgah di pelabuhan selama lebih dari 200 hari.
Kondisi tersebut memicu desakan keras dari kalangan anggota Kongres AS. Anggota Senat dari Partai Demokrat, Richard Blumenthal, menyampaikan keprihatinannya melalui surat resmi kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Angkatan Laut.
"Terdapat laporan luas mengenai kekurangan pasokan dasar, kontaminasi air, masalah sanitasi, memburuknya kesehatan mental, serta masalah keselamatan geladak," tulis Blumenthal.
Anggota DPR AS, Mike Levin, turut menyoroti temuan dalam pertemuan pihak Angkatan Laut dengan para keluarga prajurit. Ia menyebut fasilitas mandi berjamur, toilet rusak, ketiadaan air panas berpekan-pekan, hingga porsi makan yang hanya menyusut menjadi setengah cangkir nasi dan dua lembar tortilla.
"Para pelaut sangat kelelahan sehingga, menurut salah satu anggota keluarga, dokter kapal sendiri memperingatkan bahwa mereka harus segera mencapai pelabuhan atau orang-orang akan mulai kehilangan akal sehat mereka," tulis Levin di platform X.
Menanggapi laporan tersebut, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan kondisi di atas kapal telah "sepenuhnya disalahartikan," meski ia tidak memperincinya secara spesifik.
"Kami memastikan setiap kapal, setiap awak, dan setiap kapten memiliki segala hal yang dapat kami berikan setiap saat," kata Hegseth. "Beberapa penugasan memang lebih lama dari yang lain, dan saya memiliki rasa hormat serta rasa terima kasih mendalam kepada para pelaut itu."
Di sisi lain, Angkatan Laut AS membantah adanya peningkatan indikasi bunuh diri secara internal.
"Kami tidak melihat adanya peningkatan ideasi atau percobaan bunuh diri di atas kapal. Kami menganggap serius kesejahteraan setiap prajurit dan menyiagakan tenaga profesional medis serta kesehatan mental," tulis pernyataan resmi Angkatan Laut AS.
Untuk menggantikan posisi USS Abraham Lincoln, kelompok tempur kapal induk USS George Washington dilaporkan sedang bergerak menuju Timur Tengah sebagai bagian dari rotasi yang telah direncanakan sebelumnya. (CNN/Z-2)















































