Ilustrasi kebakaran.(Dok. Antara)
PEMERINTAH Kota Administrasi Jakarta Selatan memperingatkan bahwa instalasi listrik yang tidak sesuai standar menjadi pemicu utama risiko kebakaran di wilayah tersebut. Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim, menyatakan bahwa arus pendek akibat kegagalan sistem kelistrikan sering kali menjadi penyebab bencana yang merugikan masyarakat.
"Mitigasi bencana bukan saja dilihat dari segi kelistrikan, tetapi faktor alam juga sangat memengaruhi. Penyebab utama kebakaran yang sering terjadi adalah arus pendek akibat instalasi yang tidak memenuhi standar," ujar Firmanuddin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9).
Firmanuddin menegaskan bahwa edukasi mengenai keselamatan kelistrikan dan kebencanaan merupakan kewajiban pemerintah. Hal ini dilakukan guna menjamin keselamatan kerja, keamanan bangunan gedung, serta keselamatan masyarakat luas secara berkelanjutan.
Hingga saat ini, Pemkot Jakarta Selatan masih menemukan adanya instalasi listrik pada bangunan gedung yang belum memenuhi standar keselamatan. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi memicu kebakaran, insiden sengatan listrik, hingga kerugian materiil yang besar.
Firmanuddin berharap program edukasi dan sosialisasi terkait regulasi keselamatan ketenagalistrikan dapat diselenggarakan secara masif hingga ke tingkat kecamatan. Langkah ini bertujuan agar sistem kelistrikan di setiap gedung dapat beroperasi secara aman dan andal tanpa gangguan.
"Aman dan andal berarti sistem kelistrikan mampu beroperasi secara berkelanjutan tanpa gangguan. Kita perlu memperbaiki jika ada kekurangan dalam standar keamanan di gedung masing-masing," tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi yang intensif, Pemerintah Kota Jakarta Selatan menargetkan peningkatan pemahaman bagi pengelola gedung, teknisi, dan masyarakat umum untuk lebih patuh terhadap standar keamanan listrik demi mencegah terjadinya bencana di masa depan. (Z-10)


















































