Israel Usir Konsulat Inggris di Yerusalem Timur Buntut Sanksi Permukiman Tepi Barat

1 week ago 6
Israel Usir Konsulat Inggris di Yerusalem Timur Buntut Sanksi Permukiman Tepi Barat Arsip: Proses Palestina kehilangan tanah airnya sejak 1949 sampai 2009.(Dok.Ant/Palestine-Israel Action group)

PEMERINTAH Israel dilaporkan telah memerintahkan penutupan Konsulat Inggris di Yerusalem Timur yang diduduki dalam jangka waktu 30 hari. Langkah drastis ini menyusul ketegangan diplomatik setelah London menjatuhkan sanksi tegas terhadap aktivitas permukiman ilegal Israel di Tepi Barat.

Berdasarkan laporan penyiar publik Israel, KAN, pada Rabu (9/9/2026), Israel memberikan tenggat waktu satu bulan bagi kantor konsulat tersebut untuk menghentikan operasionalnya. Setelah batas waktu tersebut berakhir, seluruh diplomat Inggris yang bertugas di kantor tersebut akan kehilangan akreditasi resmi mereka.

Respons atas Sanksi Inggris

Keputusan pengusiran ini diambil tak lama setelah Menteri Luar Negeri Inggris, Ed Miliband, mengumumkan serangkaian kebijakan keras terhadap kebijakan pendudukan Israel. Di hadapan Majelis Rendah Inggris pada Selasa, Miliband menegaskan larangan impor produk dari permukiman Israel di Tepi Barat serta sanksi bagi individu maupun perusahaan yang memfasilitasi perluasan permukiman tersebut.

Selain itu, Inggris mengambil langkah-langkah berikut:

  • Pemberian sanksi tambahan terhadap warga Israel ekstremis yang terlibat dalam kekerasan terhadap warga Palestina.
  • Penolakan izin ekspor senjata baru untuk barang-barang yang berkontribusi pada pendudukan.
  • Mempertahankan penangguhan terhadap 30 izin ekspor senjata yang sudah ada sebelumnya.

Miliband bahkan secara terbuka menyatakan bahwa pemerintah Inggris sepakat telah terjadi upaya "pembersihan etnis terhadap warga Palestina" di Tepi Barat yang dilakukan oleh kelompok yang ia sebut sebagai "teroris pemukim".

Data Eskalasi di Wilayah Pendudukan

Kebijakan keras Inggris ini muncul di tengah data yang menunjukkan percepatan ekspansi permukiman di bawah pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Berikut adalah ringkasan data terkait situasi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur:

Kategori Data Statistik (Hingga Paruh Pertama 2026)
Permukiman Baru Disetujui (sejak akhir 2022) 104 permukiman ilegal
Pos Pertanian/Ilegal Baru 160 pos (sejak 2022) & 42 pos (paruh pertama 2026)
Jumlah Serangan Pemukim (Jan-Juni 2026) 3.488 serangan
Korban Jiwa Palestina (Jan-Juni 2026) 17 orang tewas
Total Populasi Pemukim Israel ~750.000 orang di 194 permukiman & 400 pos

Isolasi Internasional

Langkah Israel menutup konsulat Inggris ini memperkuat kekhawatiran oposisi di dalam negeri mengenai isolasi internasional. Oposisi Israel menuduh Netanyahu mendorong negara tersebut ke arah pengucilan global akibat kebijakan di Tepi Barat dan operasi militer di Gaza.

Meskipun masyarakat internasional menganggap seluruh permukiman di wilayah yang diduduki sejak 1967 adalah ilegal menurut hukum internasional, Israel secara konsisten menolak pandangan tersebut dan terus memperluas kontrolnya di wilayah tersebut. (Anadolu/Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |