Jenazah Nirmal Purja Ditemukan di Ketinggian 5.700 MDPL di Gunung Broad Peak

2 days ago 15
Jenazah Nirmal Purja Ditemukan di Ketinggian 5.700 MDPL di Gunung Broad Peak Nirmal Purja(Doc Instagram Nirmal Purja)

JENAZAH pendaki terkenal asal Inggris-Nepal, Nirmal Purja, bersama tiga pendaki lainnya telah ditemukan oleh tim darat di Gunung Broad Peak pada ketinggian 5.700 MDPL, salah satu gunung tertinggi di dunia. Mereka menjadi korban dalam tragedi longsor salju yang menimpa ekspedisi internasional beranggotakan 10 orang.

Klub Alpen Pakistan (Alpine Club of Pakistan) pada Minggu (3/8) mengonfirmasi bahwa jenazah yang ditemukan tersebut adalah Nirmal Purja, Wang Zhong, Nima Sherpa, dan Kili Pemba Sherpa. Pihak klub memberikan apresiasi kepada tim penyelamat dari kalangan militer, sipil, serta para relawan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.

Sebelumnya, pada Jumat, tim penyelamat berhasil menemukan empat jenazah lainnya. Namun, hanya tiga jenazah yang berhasil dievakuasi, yakni pendaki asal Oman, Nathira Ahmed, pendaki Amerika Serikat Mallory Geis, dan pendaki Nepal Bahadur Gurung. Kondisi cuaca buruk membuat helikopter pencarian dan penyelamatan tidak dapat beroperasi.

Tim penyelamat yang didukung militer Pakistan kembali melanjutkan pencarian pada Minggu untuk menemukan dua pendaki yang masih hilang. Sementara itu, proses evakuasi jenazah Purja dan tiga pendaki lain yang ditemukan oleh tim darat masih terus dilakukan.

Perusahaan ekspedisi milik Purja pada Sabtu menyampaikan bahwa dunia kehilangan salah satu sosok besar dalam dunia pendakian gunung. Dalam pernyataannya, perusahaan tersebut menyebut Purja sebagai sosok pemimpin yang menginspirasi jutaan orang melalui keberanian, kerendahan hati, serta keyakinannya bahwa kemampuan manusia jauh lebih besar dari yang sering dibayangkan.

Presiden Alpine Club of Pakistan, Irfan Arshad Khan, menyebut tragedi tersebut sebagai kehilangan besar bagi komunitas pendaki dunia. Ia memberikan penghormatan kepada seluruh tim penyelamat, termasuk personel militer, warga sipil, dan para Sherpa yang berpartisipasi dalam operasi pencarian.

Nirmal Purja, Legenda Pendakian Dunia

Ekspedisi tersebut dipimpin oleh Nirmal Purja, mantan tentara Angkatan Darat Inggris kelahiran Nepal yang dikenal luas dengan julukan "Nims Dai".

Purja mencatat sejarah pada 2019 setelah berhasil mendaki 14 gunung tertinggi di dunia dalam waktu rekor hanya 189 hari. Prestasi luar biasanya itu kemudian diangkat dalam film dokumenter Netflix berjudul 14 Peaks: Nothing Is Impossible. Rekornya baru berhasil dikalahkan pada 2023.

Sementara itu, keluarga Mallory Geis mengenang sang pendaki sebagai sosok yang penuh cahaya dan sangat dicintai keluarga serta teman-temannya.

“Mallory adalah cahaya terang yang sangat dicintai oleh keluarga dan teman-temannya. Kepergiannya akan sangat dirindukan,” ujar pihak keluarga dalam sebuah pernyataan.

Pendakian Terakhir Pemandu Pakistan

Ekspedisi tersebut juga diperkirakan menjadi pendakian terakhir bagi pemandu asal Pakistan, Sohail Sakhi, yang bekerja sama dengan perusahaan wisata petualangan berbasis Pakistan, Moving Mountains.

Selain sebagai pemandu gunung, Sakhi juga dikenal sebagai ahli geografi dan fotografer ketinggian yang telah menaklukkan sejumlah puncak besar dunia. Hingga Minggu, jenazahnya masih belum ditemukan.

Gunung-gunung di wilayah utara Pakistan memang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi bagi para pendaki. Longsoran salju, jatuhan es dan batu, kondisi ketinggian ekstrem, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi ancaman utama dalam berbagai ekspedisi pendakian.

Tragedi di Broad Peak kembali menjadi pengingat akan bahaya besar yang dihadapi para pendaki dalam menaklukkan puncak-puncak tertinggi dunia. (Z-4)

Sumber: abcnews

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |