Kota Hitachiomiya, Prefektur Ibaraki.(Dok. Google Maps)
KEMENTERIAN Perindustrian Jepang tengah berupaya melakukan survei awal di Kota Hitachiomiya, Prefektur Ibaraki, sebagai lokasi potensial pembuangan limbah radioaktif tingkat tinggi. Kota yang terletak dekat Tokyo ini menjadi kandidat terbaru dalam upaya pemerintah pusat mencari tempat penyimpanan permanen limbah nuklir.
Jika rencana ini diterima, Hitachiomiya akan menjadi lokasi kelima yang menjalani survei awal. Wali Kota Hitachiomiya, Sadayuki Suzuki, menyatakan sikap terbuka terhadap usulan tersebut.
"Secara pribadi, saya memandang usulan ini secara positif. Saya akan mendengarkan pendapat anggota dewan kota sebelum mengambil keputusan akhir," ujar Suzuki pada Senin (31/8/2026).
Proses Seleksi dan Insentif Ekonomi
Proses pemilihan lokasi pembuangan limbah nuklir di Jepang melibatkan tiga tahap yang diperkirakan berlangsung selama sekitar 20 tahun. Tahap pertama, yakni survei awal, memakan waktu sekitar dua tahun.
Pemerintah pusat menawarkan kompensasi finansial yang signifikan bagi daerah yang bersedia berpartisipasi. Pemerintah daerah yang menerima survei awal dapat memperoleh subsidi hingga 2 miliar yen atau setara dengan Rp222 miliar.
Hitachiomiya sendiri merupakan kota terkurung daratan (landlocked) dengan populasi sekitar 35.000 jiwa. Berdasarkan peta geologis yang dirilis pemerintah pada 2017, wilayah ini dinilai memiliki "potensi kesesuaian yang relatif tinggi" untuk mendukung pembuangan limbah radioaktif di bawah tanah.
Kekhawatiran Warga dan Risiko Geologis
Meski pemerintah kota menunjukkan sinyal positif, rencana ini memicu kekhawatiran di kalangan warga setempat, terutama terkait faktor keamanan geologis.
"Saya khawatir tentang apa yang mungkin terjadi, terutama dengan banyaknya gempa bumi yang terjadi belakangan ini," kata seorang warga berusia 29 tahun yang bekerja di klinik gigi setempat. Ia mendesak pemerintah pusat memberikan bukti ilmiah yang kuat mengenai keamanan proyek tersebut.
Pembuangan limbah nuklir tingkat tinggi melibatkan proses pemadatan limbah cair hasil pengolahan bahan bakar nuklir bekas menjadi bentuk kaca. Limbah ini kemudian dikubur di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah tanah. Karena radiasi yang sangat kuat, limbah tersebut harus tetap terisolasi dari populasi manusia selama puluhan ribu tahun.
Daftar Lokasi Kandidat
Hitachiomiya adalah lokasi kedua yang diincar langsung oleh pemerintah pusat setelah Kepulauan Ogasawara (termasuk Pulau Minamitori). Selain itu, beberapa wilayah lain yang masuk dalam pertimbangan atau sedang menjalani proses serupa adalah:
- Suttsu dan Kamoenai (Hokkaido, Jepang utara)
- Genkai (Prefektur Saga, Jepang barat daya)
Upaya pencarian lokasi ini sering kali menghadapi jalan buntu akibat penentangan warga. Pada 2007, sebuah kota di Prefektur Kochi menarik permohonan survei karena protes masyarakat. Hal serupa terjadi di Tsushima pada September 2023, di mana wali kota setempat menolak survei awal meski mendapat desakan dari dewan kota. (Ant/Kyodo/H-3)


















































