Juicy Luicy Batal Tampil di Batam.(Dok. Instagram)
GRUP musik Juicy Luicy menjadi sorotan publik setelah membatalkan penampilan mereka di Batam akibat persoalan biaya kelebihan bagasi (excess baggage). Keputusan tersebut memicu polemik dan menuai beragam tanggapan dari sejumlah pelaku industri musik tanah air yang menyoroti aspek profesionalitas serta manajemen risiko.
Mantan manajer band NAIF, Aria Baja, memberikan pandangan kritis terhadap keputusan manajemen Juicy Luicy. Melalui unggahan di akun Instagram @indomusikgram, Aria menekankan pentingnya fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan teknis dan riders, terutama saat bekerja dengan penyelenggara di luar Pulau Jawa. Ia menilai pembatalan keberangkatan hanya karena masalah reimburse bagasi adalah langkah yang kurang bijak.
Senada dengan Aria, praktisi industri musik Nanda Persada juga menyayangkan kejadian tersebut. Nanda menegaskan bahwa risiko terhadap nama baik artis jauh lebih besar dibandingkan persoalan biaya bagasi. Menurutnya, meski klien memiliki tanggung jawab, manajemen seharusnya melakukan evaluasi internal agar kekecewaan penyelenggara tidak merusak citra artis di mata publik secara luas.
Sejumlah musisi lain turut memberikan komentar terkait isu yang tengah viral ini. Sigit Wardana dari BASEJAM berpendapat bahwa persoalan logistik seperti kelebihan bagasi seharusnya masih bisa diselesaikan melalui meja negosiasi tanpa harus berujung pembatalan. Sementara itu, Iksan Skuter mengingatkan pentingnya pemahaman mendalam terhadap isi kontrak agar kedua belah pihak memahami batasan tanggung jawab masing-masing.
Di sisi lain, grup band Stinky memberikan komentar yang mencampurkan nada sindiran sekaligus dukungan bagi Juicy Luicy. Polemik ini pun menjadi momentum bagi para pelaku industri kreatif untuk kembali mendiskusikan standar komunikasi, transparansi kontrak, dan etika profesionalitas antara musisi dengan penyelenggara acara di Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, isu tersebut masih menjadi perbincangan hangat di media sosial, memicu diskusi publik mengenai bagaimana seharusnya sebuah grup musik menangani kendala teknis di lapangan tanpa merugikan penggemar dan pihak penyelenggara. (Z-10)


















































