Jumlah Fakultas Kedokteran di Jawa Barat Kembali Bertambah

2 weeks ago 5
Jumlah Fakultas Kedokteran di Jawa Barat Kembali Bertambah Fakultas Kedokteran Telkon University.(Dok. MI)

JUMLAH fakultas kedokteran (FK) di Jawa Barat kembali bertambah. Kali ini, Telkom University (Tel-U) resmi memilikinya melalui Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Nomor 963/B/O/2026.

Tel-U secara resmi membuka Fakultas Kedokteran (FK Tel-U) di kampus Tel-U Bandung pada Selasa (1/9). Rektor Tel-U, Suyanto, menjelaskan bahwa lahirnya fakultas ini merupakan wujud nyata kontribusi institusi dalam mentransformasi pendidikan kesehatan guna menjawab tantangan zaman serta memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional yang kian kompleks.

Mengusung tema besar "The Next Gen Medical Doctor", kehadiran FK Tel-U difokuskan untuk mencetak generasi baru dokter Indonesia yang tidak hanya tangguh secara klinis, tetapi juga adaptif, inovatif, serta menjadi pelopor kesehatan digital berbasis predictive dan precision medicine.

"Kami tidak hanya mendidik dokter yang mampu mengobati, tetapi dokter yang mampu berinovasi memanfaatkan teknologi digital, data kesehatan, predictive medicine, dan precision medicine untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Suyanto dalam keterangan persnya, Selasa (1/9).

Fasilitas dan Ekosistem Pembelajaran

Untuk menunjang visi tersebut, FK Tel-U menyiapkan ekosistem pembelajaran terintegrasi yang berpusat di Gedung N. Fasilitas seluas 5.000 meter persegi yang terdiri dari tiga lantai ini dirancang lengkap, mulai dari ruang kuliah modern, ruang tutorial, OSCE Center untuk simulasi klinis, ruang kadaver, hingga student lounge.

Kolaborasi Strategis

Dalam operasional akademiknya, FK Tel-U menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) sebagai institusi pembina. Selain itu, Rumah Sakit dr. R. Soedjati Soemodiardjo (RS Otista) telah ditunjuk sebagai rumah sakit pendidikan utama.

Kepala Program Pengembangan Universitas sekaligus Ketua Satgas Pendirian FK Tel-U, Lia Yuldinawati, Ph.D., menyampaikan bahwa ekosistem ini dirancang sebagai "laboratorium hidup". "Kami mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi dokter masa depan yang kompeten secara klinis, peka secara sosial, dan siap memanfaatkan teknologi," kata Lia. (H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |