Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil memberikan keterangan secara daring dari Putrajaya, Malaysia, Rabu (5/8/2026).(ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)
ISU mengenai kopilot asal Malaysia yang tertangkap saat mencoba menyelundupkan ekstasi ke Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Kasus ini dilaporkan dan dibahas secara khusus dalam rapat kabinet pemerintahan Malaysia di Putrajaya, Rabu (5/8).
Menteri Komunikasi sekaligus Juru Bicara Pemerintah Malaysia, Fahmi Fadzil, mengonfirmasi bahwa jajaran kabinet telah menerima laporan terkait insiden tersebut. Informasi dihimpun dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perhubungan Malaysia untuk merumuskan langkah mitigasi.
"Sehubungan penahanan kopilot MAS (Malaysia Airlines) di Jakarta, jajaran kabinet telah mendapatkan informasi bahwa beberapa langkah perbaikan perlu dilaksanakan segera," ujar Fahmi dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Kuala Lumpur.
Fahmi menjelaskan bahwa saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan aktif oleh otoritas Indonesia. Pemerintah Malaysia menyatakan akan melakukan kajian mendalam setelah menerima laporan lengkap dari pihak Indonesia sebelum menentukan tindakan hukum atau diplomatik selanjutnya.
Sebagai langkah preventif, Malaysia sedang mempertimbangkan penugasan anggota kepolisian secara khusus di dalam Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Langkah ini diambil untuk memperketat pengawasan dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Selain penguatan keamanan bandara, pemerintah Malaysia juga mendorong pihak maskapai untuk melakukan perbaikan sistemik. Salah satu poin utamanya adalah memperketat proses seleksi dan pengawasan terhadap kru penerbangan guna memastikan integritas personel maskapai nasional tersebut. (Ant/I-1)

















































