Ilustrasi(MI/Rudi Kurniawansyah)
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA atau SMK sederajat di Kota Pekanbaru.
Hal tersebut mempertimbangkan kualitas udara yang tercatat berada dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala Disdik Riau, Erisman Yahya, mengatakan sistem belajar PJJ berlaku selama tiga hari mulai Rabu (16/9) hingga Jumat (18/9) mendatang.
"Berlaku 3 hari. Mulai Rabu sampai Jumat. Jadi anak-anak SMA sederajat di Pekanbaru akan kembali sekolah tatap muka pada Senin mendatang dengan tetap melihat perkembangan kualitas udara," kata Erisman, Kamis (17/9).
Adapun untuk kegiatan belajar mengajar pada kabupaten kota lainnya, kebijakan tersebut dapat diterapkan dengan mempertimbangkan Surat Edaran Gubernur Riau, nomor: 100.3.4/17/SETDA/2026 tanggal 24 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, kebijakan SMA/SMK/SLB sederajat untuk melakukan PJJ dapat disesuaikan dengan kebijakan yang diberikan oleh kepala daerah kabupaten/kota serta dengan mempelajari data BMKG mengenai keadaan kondisi kualitas udara.
"Penyesuaian yang mengikuti kebijakan kabupaten kota ini dikarenakan kondisi daerah tidak selalu sama di seluruh wilayah Provinsi Riau. Sehingga kebijakan harus disesuaikan dengan kondisi kualitas udara pada lokasi daerah masing-masing," ujarnya.
Ia mengungkapkan, bagi satuan pendidikan SMA/SMK/SLB sederajat baik itu negeri dan swasta di Provinsi Riau yang tetap melaksanakan metode pembelajaran tatap muka agar mengimbau para murid untuk menggunakan masker.
"Kami juga mengimbau agar menjaga kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan istirahat dan mengkonsumsi air minum yang cukup. Apabila terdapat keperluan mendesak yang mengharuskan melakukan aktivitas luar ruangan agar menggunakan masker," pungkasnya. (H-2)


















































