Ilustrasi(Dok KAI)
KAI Properti secara konsisten memperkuat kualitas infrastruktur perkeretaapian nasional melalui serangkaian pengembangan fasilitas di Stasiun Bogor. Inisiatif ini merupakan wujud nyata kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas transportasi berbasis rel, sekaligus menciptakan lingkungan stasiun yang lebih aman, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan mobilitas publik.
Sebagai salah satu hub transportasi paling vital, Stasiun Bogor mencatatkan volume penumpang yang sangat signifikan. Berdasarkan data internal KAI, layanan Bogor Line telah melayani sebanyak 105.704.913 pengguna selama periode Januari hingga Agustus 2026. Dengan rata-rata pergerakan mencapai 435 ribu orang per hari, optimalisasi fasilitas pendukung di kawasan ini menjadi prioritas utama.
Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, menegaskan bahwa pembenahan fasilitas di Stasiun Bogor adalah bagian strategis dari upaya optimalisasi aset perkeretaapian.
“Stasiun merupakan bagian penting dari ekosistem transportasi yang memiliki peran besar dalam mendukung mobilitas masyarakat. Melalui pengembangan fasilitas perkeretaapian, KAI Properti terus berkontribusi menghadirkan aset yang lebih fungsional, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas layanan pelanggan,” ujar Bramantya.
Dukung Operasional KRL SF12
Salah satu pencapaian utama KAI Properti adalah penyelesaian proyek perpanjangan peron pada jalur 6, 7, dan 8. Proyek yang dimulai sejak 17 April 2026 ini telah resmi beroperasi penuh pada 18 Juni 2026.
Langkah perpanjangan ini dirancang khusus untuk mengakomodasi operasional KRL Commuter Line dengan formasi 12 kereta (SF12). Dengan kapasitas angkut yang lebih besar, peron yang lebih panjang memastikan proses naik-turun penumpang menjadi lebih lancar dan aman. Rincian teknis pekerjaan tersebut meliputi:
- Peron jalur 6 dan 7: Diperpanjang dari 201 meter menjadi 251 meter.
- Peron jalur 8: Diperpanjang dari 204 meter menjadi 252 meter.
Selain struktur utama peron, KAI Properti juga melakukan pembangunan hall, pemasangan jalur rel baru, serta penyesuaian sistem Listrik Aliran Atas (LAA).
Peningkatan Kenyamanan dan Keamanan
Tak berhenti pada perpanjangan peron, peningkatan fasilitas juga menyasar area peron 4 dan 5 melalui pemasangan kanopi. Penambahan atap pelindung ini bertujuan memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang dari cuaca ekstrem saat menunggu kedatangan kereta.
Bramantya menjelaskan bahwa seluruh proses pengerjaan dilakukan di tengah stasiun yang tetap beroperasi aktif. Oleh karena itu, manajemen menerapkan strategi pengerjaan bertahap guna menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran jadwal perjalanan kereta api.
“Pelaksanaan pekerjaan di kawasan stasiun aktif membutuhkan perencanaan dan koordinasi yang baik. Pekerjaan dilakukan secara bertahap agar proses pengembangan fasilitas tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, serta keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan. Setelah pekerjaan perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8 selesai dan peron kembali beroperasi, peningkatan fasilitas dilanjutkan melalui pemasangan kanopi pada peron 4 dan 5,” tambah Bramantya.
Integrasi Kawasan dan Transformasi Aset
Modernisasi Stasiun Bogor ini sejalan dengan visi besar pengembangan kawasan transportasi terintegrasi di Kota Bogor. Melalui sinergi antara KAI, Pemerintah Kota Bogor, dan mitra strategis lainnya, stasiun diarahkan menjadi pusat konektivitas yang mempermudah aksesibilitas masyarakat luas.
Sebagai bagian dari KAI Group, KAI Properti berkomitmen menjalankan peran dalam konstruksi dan pengelolaan aset secara berkelanjutan. Transformasi ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat transit, tetapi sebagai ruang pelayanan publik yang berkualitas.
“KAI Properti akan terus berkomitmen menghadirkan pengelolaan dan pengembangan aset perkeretaapian yang berkualitas sehingga dapat mendukung kebutuhan transportasi masyarakat serta perkembangan kawasan di sekitar stasiun,” tutup Bramantya. (E-4)


















































