Kampus Ini Sosialisasi dan Komunikasi Kebencanaan Bagi Masyarakat Guna Mitigasi Banjir Rob di Penjaringan

11 hours ago 1
Kampus Ini Sosialisasi dan Komunikasi Kebencanaan Bagi Masyarakat Guna Mitigasi Banjir Rob di Penjaringan Ilustrasi(Dok Istimewa)

FAKULTAS Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta (FISH-UNJ), menyelenggarakan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) di wilayah Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, DKI Jakarta, pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini melibatkan tim dosen Pendidikan Ilmu Komunikasi dan Geografi UNJ serta mahasiswa, dengan mengusung tema “Komunikasi Kebencanaan dalam Menghadapi Ancaman Banjir Rob”.

FGD bersama pemerintah setempat dan masyarakat untuk melakukan penggalian informasi terkait kebencanaan dan upaya mitigasinya, sudah dilakukan di kelurahan Penjaringan beberapa waktu sebelumnya.

Kegiatan diawali dengan penerimaan dan sambutan secara resmi. Dalam pembukaan kegiatan, Ketua Tim P2M FISH UNJ Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si. menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta mengikuti kegiatan. “Saya salut dan bersyukur melihat semangat belajar siswa siswi di sini,” ungkap Nugrahaeni.

Senada disampaikan Tim P2M FISH UNJ Prof. Dr. Cahyadi Setiawan, sebagai narasumber mengutarakan agar materi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda. “Semoga ilmu yang diberikan dapat digunakan sebagai bekal para siswa, supaya mereka memahami bahwa banjir rob itu berkaitan dengan penurunan muka tanah yang terjadi di wilayah pesisir,” ujarnya.

Kegiatan P2M dilanjutkan dengan penggalian informasi mengenai kondisi banjir rob yang dihadapi masyarakat di Kelurahan Penjaringan. Sebagai wilayah yang berada di kawasan pesisir, masyarakat setempat menghadapi ancaman banjir rob yang dapat terjadi ketika permukaan air laut mengalami kenaikan. Kondisi tersebut turut dirasakan warga dan berdampak pada aktivitas sehari-hari.

Salah seorang siswa SMA Harapan Kasih, Muhammad Ibnu Hidayat, turut menceritakan kondisi banjir yang dialaminya. “Hampir setiap hari terkena banjir sebab permukaan air laut sering naik, karena rumah hanya beberapa ratus meter dari laut,” katanya.

Banjir yang terjadi tidak hanya berupa genangan dalam waktu singkat. Menurut Violet, siswi SMP Cordova, keberadaan pompa air menjadi salah satu hal penting dalam membantu mengurangi genangan. “Semenjak ada pompa air banjir jadi lebih cepat surut, sebelumnya bisa sampai seminggu” ujarnya.

Kondisi banjir rob juga berdampak pada fasilitas dan lingkungan sekitar. H. Chairil Anwar, selaku Kepala Yayasan Salahudin, menjelaskan bahwa air banjir rob dapat masuk ke area sekolah. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya penyesuaian terhadap bangunan secara berulang. “Ketika banjir rob, air semua masuk ke area sekolah, sekolah juga sudah empat kali melakukan peninggian,” kata H. Chairil Anwar.

Peninggian bangunan tersebut menjadi salah satu bentuk penyesuaian terhadap kondisi lingkungan yang berulang kali terdampak banjir. Selain berdampak pada kondisi fisik bangunan, genangan yang terjadi juga menimbulkan persoalan lingkungan, seperti meningkatnya keberadaan nyamuk yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Dalam menghadapi genangan, masyarakat dan pihak terkait telah melakukan berbagai bentuk penyesuaian, salah satunya melalui penggunaan pompa air. Namun, kondisi banjir yang berlangsung cukup lama menunjukkan diperlukan pemahaman dan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi ancaman banjir rob.

Melalui kegiatan P2M ini, tim dosen dan mahasiswa UNJ tidak hanya memperoleh informasi mengenai kondisi banjir rob, juga berinteraksi dengan masyarakat dan warga sekolah untuk memahami pengalaman serta kebutuhan mereka dalam menghadapi bencana. Informasi yang diperoleh dari lapangan menjadi bagian penting dalam melihat komunikasi kebencanaan dapat berperan dalam menyampaikan informasi mengenai risiko dan kesiapsiagaan secara lebih efektif.

Komunikasi kebencanaan menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi ancaman banjir rob. Penyampaian informasi yang jelas dan mudah dipahami dapat membantu masyarakat mengenali risiko, memahami kondisi yang dihadapi, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi banjir.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara UNJ dengan masyarakat Kelurahan Penjaringan sekaligus menjadi ruang pertukaran informasi antara akademisi, masyarakat, pemerintah setempat, dan warga sekolah. Melalui kolaborasi tersebut, pengetahuan mengenai kebencanaan diharapkan tidak hanya diperoleh melalui kegiatan pembelajaran, juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan P2M di Kelurahan Penjaringan menjadi salah satu bentuk kontribusi UNJ dalam mendukung peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ancaman bencana di wilayah pesisir. Dengan mengangkat komunikasi kebencanaan sebagai tema utama, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih sadar terhadap risiko dan lebih siap menghadapi ancaman banjir rob.(H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |