Kandang Cerdas Berbasis IoT Dorong Modernisasi Peternakan Rakyat

2 hours ago 6
Kandang Cerdas Berbasis IoT Dorong Modernisasi Peternakan Rakyat Ilustrasi(Dok Istimewa)

TRANSFORMASI digital mulai merambah sektor peternakan rakyat sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan ketahanan pangan nasional.

Salah satu penerapannya dilakukan melalui pengembangan kandang cerdas terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Inovasi itu dikembangkan tim pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Pancasila melalui pembiayaan program PKM Bima Kemdiktisaintek 2026. Teknologi diterapkan di BUMDes Mitra Warga Sejahtera untuk mendukung kelompok peternak kambing yang selama ini masih mengandalkan pemantauan kondisi kandang secara konvensional.

Selama ini, suhu, kelembapan, pencahayaan, hingga kualitas udara di dalam kandang lebih banyak dipantau melalui pengamatan langsung dan pengalaman peternak. Kondisi tersebut membuat perubahan lingkungan kandang belum dapat diketahui secara terukur dan real-time.

Padahal, lingkungan kandang memiliki peran penting terhadap kenyamanan dan kesehatan ternak. Keterbatasan informasi juga dapat membuat keputusan pemeliharaan lebih bersifat reaktif karena peternak belum memiliki data historis yang memadai sebagai dasar evaluasi.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasila Bambang Cahyadi menjelaskan melalui sistem kandang cerdas, kondisi lingkungan kandang kini dapat dipantau menggunakan sejumlah sensor. "Sistem itu mencakup pemantauan suhu, kelembapan, pencahayaan, serta kualitas udara atau gas amonia," kata Bambang, Kamis (20/8/2026).

Ia melanjutkan data dari sensor kemudian diproses melalui perangkat pengendali dan digunakan sebagai informasi untuk membantu peternak memahami kondisi kandang secara lebih terukur. Sistem juga dilengkapi perangkat pengendalian lingkungan, seperti kipas ventilasi dan exhaust fan, yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional kandang.

“Penerapan teknologi ini tidak hanya menghasilkan perangkat, tetapi juga mendorong perubahan pola pengelolaan peternakan. Jika sebelumnya pengelolaan lebih banyak mengandalkan pengamatan dan pengalaman, kini mitra mulai diperkenalkan dengan pengambilan keputusan yang didukung oleh data,” ujar Bambang.

Ia menerangkan penerapan teknologi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat sejak awal. Program diawali melalui sosialisasi dan identifikasi kebutuhan bersama pengelola BUMDes serta kelompok peternak.

Selanjutnya, mitra mendapatkan pelatihan mengenai konsep kandang cerdas berbasis IoT, fungsi komponen sistem, penggunaan sensor, hingga cara membaca informasi hasil monitoring. Pelatihan dirancang secara praktis agar teknologi dapat dikaitkan langsung dengan aktivitas pemeliharaan ternak sehari-hari.

Setelah pelatihan, sistem dipasang langsung di kandang mitra. Pemasangan meliputi sensor, perangkat pengendali, sistem komunikasi data, serta perangkat monitoring yang disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.

"Hingga tahap kemajuan pelaksanaan, kandang cerdas terintegrasi berbasis IoT tersebut telah diterapkan di lokasi mitra. Teknologi ini menjadi salah satu bentuk Alat Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan pemantauan lingkungan kandang," paparnya.

Dari sisi produksi, peternak mulai memiliki sarana untuk memperoleh informasi kondisi kandang secara lebih terukur. Sementara dari aspek manajemen, data monitoring diarahkan menjadi informasi historis yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi pemeliharaan dan mendukung pengambilan keputusan.

Program ini juga menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima teknologi, melainkan sebagai pelaku utama dalam proses transformasi. Pengelola BUMDes dan kelompok peternak dilibatkan sejak identifikasi masalah, pelatihan, hingga penerapan teknologi.

Bambang mengemukakan pendekatan itu penting agar inovasi tidak berhenti pada pemasangan perangkat, tetapi dapat digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Dengan keterlibatan langsung, mitra diharapkan memiliki kemampuan sekaligus rasa memiliki terhadap teknologi yang diterapkan.

Ke depan, kegiatan akan dilanjutkan melalui pendampingan dan evaluasi untuk memastikan sistem dapat dioperasikan secara mandiri serta terintegrasi dalam aktivitas rutin peternakan. "Evaluasi juga akan diarahkan pada pemanfaatan data monitoring untuk menjaga kondisi lingkungan kandang dan meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha," pungkasnya. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |