Kapal Kargo Minoan Pioneer Diserang di Selat Hormuz, Satu Kru Hilang

1 day ago 2
Kapal Kargo Minoan Pioneer Diserang di Selat Hormuz, Satu Kru Hilang Ilustrasi.(Magnific)

SATU insiden keamanan maritim serius kembali mengguncang Selat Hormuz pada Rabu (4/8). Seorang anggota kru dilaporkan hilang, sementara kru lain berjuang memadamkan api setelah suatu kapal kargo dihantam oleh proyektil tak dikenal di jalur pelayaran vital tersebut.

Perusahaan keamanan maritim Inggris, Vanguard Tech, mengidentifikasi kapal tersebut sebagai Minoan Pioneer, kapal curah berbendera Liberia. Kapal tersebut dihantam saat sedang transit ke arah utara melalui Selat Hormuz pada pukul 02.00 waktu setempat.

Kronologi Serangan

Menurut laporan Vanguard Tech, proyektil tersebut menghantam ruang mesin, yang kemudian memicu kebakaran hebat di area akomodasi kapal. "Kru sedang berjuang memadamkan api dan membutuhkan bantuan segera, sementara masinis ketiga (third engineer) dilaporkan hilang," demikian pernyataan resmi Vanguard.

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) sebelumnya mengonfirmasi bahwa insiden terjadi sekitar 37 kilometer di timur laut Al Khasab, Oman. Pihak berwenang saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam atas serangan tersebut.

Panggilan darurat awal diteruskan oleh kapal tanker berbendera Panama, Surianame Prosperity (IMO: 9376740), yang berada di dekat lokasi. Kapal tersebut melaporkan bahwa Minoan Pioneer mengalami mati listrik total dan memerlukan bantuan darurat.

Ketegangan Geopolitik yang Meningkat

Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas status pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang. Meskipun Presiden AS Donald Trump bersikeras bahwa jalur air tersebut dapat dibuka kembali dalam hitungan jam, pihak Iran membantah ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Washington.

Konteks Konflik:

Teheran dan Washington berada dalam kondisi perang sejak 28 Februari, menyusul serangan mendadak yang diluncurkan oleh AS dan Israel terhadap Iran. Meskipun sempat ada gencatan senjata dan kesepakatan awal, upaya diplomasi sejauh ini gagal menghentikan konflik secara permanen.

Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama bagi pasokan minyak dan gas global, terus menjadi titik api pertempuran. Iran berupaya mempertahankan kendali penuh dan memberlakukan tarif tol di selat tersebut, wewenang yang tidak mereka jalankan sebelum perang dan ditentang keras oleh Amerika Serikat. (AFP/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |