Karhutla di Sulawesi Selatan Meluas ke 4 Kabupaten, 33 Hektare Lahan Terbakar

4 days ago 5
Karhutla di Sulawesi Selatan Meluas ke 4 Kabupaten, 33 Hektare Lahan Terbakar Karhutla di Sulsel.(Dok. MI)

KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus meluas ke sejumlah daerah seiring dengan musim kemarau yang berkepanjangan. Hingga saat ini, tercatat sudah ada empat kabupaten yang melaporkan kejadian karhutla, yakni Luwu Timur, Pinrang, Tana Toraja, dan yang terbaru di Sidenreng Rappang (Sidrap).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, Amson Pasolo, menyatakan pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dengan memberikan peringatan dini kepada pemerintah kabupaten dan kota. Hal ini dilakukan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengenai karakteristik musim kemarau tahun ini yang dinilai tidak normal.

Puncak kekeringan diprediksi akan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Kondisi ini diperparah dengan potensi hari tanpa hujan yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Sehingga semua pihak harus selalu waspada. Semua stakeholder sudah berkoordinasi untuk melakukan upaya mitigasi sejak dini," ujar Amson.

Data Kerusakan Lahan

Berdasarkan laporan BPBD Sidrap pada Rabu (12/8), titik api terpantau sekitar pukul 12.15 WITA di dua lokasi, yakni Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, dan Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu. Di wilayah tersebut, lahan seluas tujuh hektare dilaporkan hangus terbakar, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Dengan tambahan kejadian di Sidrap, total luas lahan yang terbakar di Sulawesi Selatan kini mencapai 33 hektare. Rinciannya meliputi:

  • Tana Toraja: 15 hektare
  • Pinrang: 8 hektare
  • Sidrap: 7 hektare
  • Luwu Timur: 3 hektare

Imbauan BNPB

Menyikapi potensi bencana hidrometeorologi kering ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan proaktif dalam melakukan pencegahan.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova, menekankan bahwa dampak karhutla sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan kesehatan masyarakat akibat penurunan kualitas udara.

"Karhutla tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial di wilayah terdampak," jelas Dodi.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, terutama untuk tujuan pembukaan lahan baru. Selain itu, warga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas. (H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |