Kasus 'Reflecting Pool' Berujung Blunder, Trump Pertimbangkan Copot Jaksa Jeanine Pirro

2 days ago 12
Kasus 'Reflecting Pool' Berujung Blunder, Trump Pertimbangkan Copot Jaksa Jeanine Pirro Jaksa AS Jeanine Pirro(Media Sosial X)

PRESIDEN Donald Trump mempertimbangkan untuk mencopot Jeanine Pirro dari jabatannya sebagai Jaksa AS untuk Distrik Columbia. Langkah ini dipicu kesimpulan Departemen Kehakiman yang menyatakan kerusakan pada Lincoln Memorial Reflecting Pool disebabkan oleh renovasi yang cacat, bukan aksi vandalisme.

Dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengungkapkan kepada CNN bahwa sang presiden sangat marah terhadap Pirro, yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekatnya. Trump merasa terkejut dan tidak tahu-mengetahui terkait dokumen pengadilan yang diajukan oleh kantor Pirro.

"Jujur saja, saya pikir dia gemetar (choked), karena hakimnya sangat kejam. Alih-alih mengejar orang yang melakukannya, hakim justru mengejar dia dan departemennya, dan saya rasa dia gemetar," ujar Trump saat berbicara di Oval Office pada Senin waktu setempat.

"Saya kecewa dengan Jeanine Pirro. Sangat kecewa dengan Jeanine Pirro," tambahnya.

"Dia menyerah seperti payung yang terlipat (folded like an umbrella)."

Sebelumnya, dalam berkas pengadilan yang diajukan pada Jumat lalu, Departemen Kehakiman mengakui bahwa proyek renovasi Reflecting Pool senilai US$14 juta tersebut dilakukan secara "terburu-buru dan berantakan". Pihaknya resmi mencabut dakwaan pidana terhadap mantan atlet Olimpiade, David Hearn, yang sebelumnya dituduh merusak landmark tersebut.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Sabtu, Trump secara terbuka meluapkan penolakannya atas langkah hukum tersebut.

"Saya 100% tidak setuju dengan Jeanine Pirro, Jaksa AS untuk Distrik Columbia, mengenai Reflecting Pool. Saya tidak tahu apa yang dia pikirkan? Bagi saya, ini murni kasus VANDALISME," tulis Trump.

Dalam berkas hukumnya, Pirro berargumen bahwa Departemen Dalam Negeri (Department of Interior/DOI) kurang memberikan informasi terbuka sejak awal.

"Jika DOI sejak awal terbuka dengan informasi yang secara jelas berada dalam penguasaannya, pemerintah tidak akan mengupayakan dakwaan dari juri agung (grand jury)," tulis Pirro dalam dokumen tersebut.

Kendati menyalahkan pihak DOI atas kesalahpahaman tersebut, sumber menyebut Trump tidak marah kepada Menteri Dalam Negeri Doug Burgum dan tetap percaya aksi vandalisme adalah penyebab utama kerusakan. Burgum sendiri menolak argumen Pirro dan menegaskan bukti-bukti vandalisme sangat jelas.

Namun, komunikasi internal yang diperoleh CNN menunjukkan rencana pengurasan kolam oleh National Park Service sejak Maret lalu murni dilakukan akibat masalah ganggang (algae), tanpa menyebutkan adanya aksi vandalisme.

Saat ini, kasus Hearn belum resmi ditutup sepenuhnya oleh hakim. Tim kuasa hukum Hearn menyatakan sedang mempertimbangkan berbagai langkah hukum balasan terkait penanganan kasus yang menimpa kliennya tersebut. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |