Kawasan Rendah Emisi di Jakarta Efektif Tekan Polusi Udara hingga 30 Persen

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menghadirkan solusi konkret untuk menekan pencemaran udara. Salah satu langkah strategisnya adalah penerapan Kawasan Rendah Emisi (KRE) yang terbukti berpotensi menurunkan konsentrasi polutan secara signifikan.

Berdasarkan kajian Feasibility Assessment of Low Emission Zone (LEZ) oleh Breathe Jakarta tahun 2025, implementasi KRE secara luas dan terintegrasi dapat menurunkan konsentrasi PM2.5 hingga 30 persen.

“Kawasan rendah emisi merupakan salah satu langkah strategis yang kami dorong. Pengendalian polusi udara tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, lintas wilayah, serta dukungan aktif masyarakat,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Asep juga optimistis, melalui kebijakan yang berbasis data, implementasi bertahap secara “inklusif dan berkeadilan”, serta kolaborasi yang kuat, upaya ini mampu menghadirkan perbaikan kualitas udara yang nyata.

“Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan kualitas udara yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi warga Jakarta,” katanya.

Sementara itu, pembahasan kawasan rendah emisi yang melibatkan peneliti dari Universitas Indonesia serta mitra internasional dari C40 melalui program Breathe Cities telah dikemukakan dalam penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI memastikan kebijakan yang disusun berbasis data dan praktik terbaik global.

City Advisor Breathe Jakarta dari C40, Fadhil Firdaus, menjelaskan bahwa penerapan KRE pada satu kawasan Transit Oriented Development (TOD) saja sudah mampu menurunkan kadar PM2.5 skala kawasan sebesar 8 hingga 11 persen dan 3 persen di seluruh wilayah Jakarta. Dampaknya akan semakin besar jika diterapkan di beberapa kawasan sekaligus dan saling terhubung.

“Kawasan rendah emisi mendorong perubahan sistem mobilitas perkotaan, dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik serta kendaraan ramah lingkungan. Dengan intervensi yang tepat, penurunan polusi udara bisa terlihat secara signifikan,” ujarnya.

Fadhil juga menjelaskan pendekatan KRE dirancang terintegrasi dengan sektor lain, seperti pengelolaan sampah dan penerapan bangunan hijau, sehingga memberikan dampak lingkungan yang lebih luas dan berkelanjutan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |