Ilustrasi(Dok Istimewa)
PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Kota Depok, Jawa Barat, bergerak cepat menyalurkan puluhan truk tangki air bersih untuk membantu ribuan rumah tangga yang terdampak kekeringan dan penurunan debit air akibat kemarau ekstrem 2026.
Mengutip data PDAM Kota Depok, wilayah yang terdampak kekeringan ekstrem 2026 meliputi Kecamatan Beji, Kecamatan Pancoran Mas, Kecamatan Cinere, dan Kecamatan Bojongsari serta sebagian wilayah Kecamatan Cimanggis.
Hingga awal Agustus 2026, sekurangnya 2.416 kepala keluarga (KK) di 5 kecamatan terdampak krisis air bersih, sehingga PDAM melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok terus aktif menyalurkan puluhan truk tangki air berisi ratusan ribu liter air untuk memenuhi kebutuhan warga.
Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, M. Olik Abdul Holik mengatakan PDAM Tirta Asasta telah menyalurkan 250 ribu liter air bersih kepada 2.416 KK di 5 kecamatan terdampak krisis air bersih.
Air bersih yang bersumber dari PDAM Tirta Asasta tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 5 kecamatan yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau. " Kami akan terus berupaya memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap memperoleh akses terhadap air bersih," tutur Olik.
Hingga kini, telah terdapat puluhan titik distribusi air bersih berdasarkan permintaan masyarakat dan pemerintah kelurahan. Olik menjelaskan, keberhasilan distribusi air bersih tidak lepas dari koordinasi antara DPKP Kota Depok dan PMI Kota Depok, pemerintah kelurahan dan relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).
“Relawan SIBAT di kelurahan sangat aktif memantau kebutuhan air di masyarakat. Ketika persediaan air mulai menipis, mereka segera menghubungi kami sehingga distribusi air bersih dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
PDAM Kota Depok, kata Olik akan terus bersiaga maksimal menyalurkan bantuan air bersih selama masa Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan.
" PDAM Kota Depok mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat. Warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih diharapkan segera melapor kepada pemerintah kelurahan atau DPKP dan PMI agar dapat dilakukan asesmen dan penyaluran bantuan secara cepat," katanya.
Sementara itu, Sekretaris PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Hariadi mengatakan 5 kecamatan menjadi wilayah prioritas karena hampir setiap tahun mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.
“Kondisi ini dipengaruhi oleh curah hujan yang rendah, cadangan air tanah yang terbatas, karakteristik tanah yang sulit menyimpan air, serta belum meratanya jaringan perpipaan air bersih dan akibat kondisi geografis yang menyebabkan ketersediaan air tanah menurun saat musim kemarau,” katanya.
Salah seorang warga Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Roy, mengaku bantuan air bersih PDAM Tirta Asasta sangat membantu masyarakat karena sumur-sumur mulai mengering akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
“Kemarau tahun ini cukup panjang sehingga kami kesulitan mendapatkan air. Biasanya sepulang kerja kami mengambil air dari sumur, tetapi sekarang sumurnya mengering. Bantuan air bersih ini sangat kami butuhkan,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Tio yang memanfaatkan bantuan air bersih tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk ternak. “Air ini sangat membantu, bukan hanya untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk minum sapi ternak kami yang digunakan untuk membantu pekerjaan di ladang,” pungkasnya (H-2)

















































