Kekeringan Meluas di Banyumas, Karhutla Diwaspadai

9 hours ago 3
Kekeringan Meluas di Banyumas, Karhutla Diwaspadai Ilustrasi(Dok BPBD Banyumas )

BENCANA kekeringan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus meluas seiring puncak musim kemarau.

Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 23.269 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih, sementara ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga mulai meningkat.

Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla BPBD Kabupaten Banyumas per 5 Agustus 2026, krisis air bersih telah melanda 31 desa dan kelurahan di 14 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan dampak kekeringan tahun ini terus bertambah dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.

"Data yang masuk hingga 5 Agustus menunjukkan ada 7.230 kepala keluarga atau sekitar 23.269 jiwa yang terdampak kekeringan. Selain itu terdapat tujuh fasilitas umum yang mengalami kekurangan pasokan air bersih," kata Dwi pada Rabu (5/8).

Menurutnya, wilayah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Karanglewas, Kemranjen, Cilongok, Sumpiuh, Lumbir, dan beberapa kecamatan lainnya. Desa-desa seperti Tamansari, Kedungpring, Rancamaya, hingga Dermaji menjadi lokasi yang membutuhkan pasokan air bersih secara rutin.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Banyumas terus mengintensifkan distribusi air bersih ke wilayah terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 172 ritase pengiriman telah dilakukan dengan total 833 ribu liter air bersih yang disalurkan kepada warga.

"Kami berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Sampai sekarang sudah 833 ribu liter air bersih kami distribusikan ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan," ujar Dwi.

Selain kekeringan, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi selama musim kemarau.

Dwi mengungkapkan, hingga awal Agustus telah terjadi sejumlah kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 9,3 hektare.

"Karhutla ini tersebar di beberapa titik, seperti di Kelurahan Grendeng, Desa Pamijen, Karangtalun Kidul, Kelurahan Teluk, dan yang terluas berada di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, dengan luas sekitar empat hektare," ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan air bersih serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas.

"Kami mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Hindari pembakaran terbuka dan gunakan air secara hemat agar kebutuhan seluruh warga tetap dapat terpenuhi," katanya.

Dalam penanganan darurat kekeringan, BPBD Banyumas juga menggandeng berbagai pihak, di antaranya PMI, MDMC, Dompet Dhuafa, serta sejumlah relawan untuk membantu distribusi air bersih ke wilayah terdampak.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan pasokan air bersih dapat menghubungi PUSDALOPS-PB BPBD Kabupaten Banyumas agar penyaluran bantuan dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan. (LD/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |