Keluarga Korban KMP Mutiara Santosa 2 Padati Posko Crisis Center Makassar

2 days ago 2
Keluarga Korban KMP Mutiara Santosa 2 Padati Posko Crisis Center Makassar ilustrasi Keluarga Korban KMP Mutiara Santosa 2.(MI)

KEPANIKAN akibat kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di perairan utara Madura masih menyisakan duka bagi keluarga korban. Hingga Senin (3/8), sebanyak 41 penumpang dan awak kapal masih dinyatakan hilang.

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, puluhan keluarga korban mulai berdatangan ke Posko Crisis Center (MCC) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar untuk mencari kepastian mengenai nasib kerabat mereka. Sebagian di antaranya mengaku belum menemukan nama anggota keluarganya dalam data resmi korban.

Suasana haru dan penuh kecemasan menyelimuti Posko Crisis Center KSOP Utama Makassar. Sejak dibuka pada Minggu (2/8) malam, sekitar 10 keluarga penumpang telah mendatangi posko guna memperoleh informasi terkait anggota keluarga mereka yang berada di atas kapal nahas tersebut.

Salah seorang di antaranya, Rastia, datang mewakili keluarganya di Makassar untuk mencari kepastian mengenai kondisi sepupunya, Bustam Sanusi. Menurutnya, Bustam berada di atas KMP Mutiara Santosa 2 dan membawa satu unit mobil saat kebakaran terjadi.

"Saya mau mencari informasi sepupu saya yang kapalnya terbakar kemarin di Madura atas nama Bustam. Dia bawa mobil. Sampai sekarang belum ada kabarnya. Saya ke sini mau mencari informasi bagaimana kondisinya karena belum ada kabar dari Surabaya," ujarnya di Posko Crisis Center KSOP Utama Makassar.

Rastia mengaku semakin khawatir karena hingga kini nama sepupunya belum tercantum dalam daftar korban. "Belum ada namanya di data korban. Tadi malam baru saya tahu beritanya karena saudara menelepon. Sampai sekarang juga belum ada kabarnya," katanya.

Kepala Seksi Pengawasan KSOP Utama Makassar, Bahar, mengatakan posko tersebut dibuka khusus untuk memberikan layanan informasi kepada keluarga penumpang asal Sulawesi Selatan.

Ia mengimbau masyarakat yang memiliki anggota keluarga di atas kapal agar langsung mendatangi MCC KSOP Utama Makassar untuk memperoleh informasi resmi.

"Posko di KSOP Makassar kami buka di MCC KSOP Utama Makassar. Jadi keluarga korban yang membutuhkan informasi tidak perlu bingung, silakan datang langsung ke MCC KSOP Utama Makassar," ujar Bahar.

Menurut Bahar, posko beroperasi selama 24 jam dan akan tetap dibuka hingga seluruh proses pencarian selesai. Pihaknya terus berkoordinasi dengan KSOP Tanjung Perak sebagai posko utama untuk memperoleh pembaruan data manifes penumpang, korban selamat, korban meninggal, maupun korban yang masih dalam pencarian.

"Posko ini buka 24 jam. Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi bisa langsung datang karena petugas selalu bersiaga," katanya.

Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 terjadi pada Minggu (2/8) pagi saat kapal berlayar dari Surabaya menuju Makassar. Sekitar pukul 06.00 WIB, nakhoda melaporkan terjadinya kebakaran kepada perusahaan pelayaran sebelum komunikasi dengan kapal akhirnya terputus.

Api dengan cepat membesar dan melalap sebagian badan kapal. Asap hitam pekat membumbung tinggi, memicu kepanikan ratusan penumpang yang berusaha menyelamatkan diri ke haluan dan dek terbuka.

Dalam situasi darurat, sejumlah penumpang terpaksa melompat ke laut dengan mengenakan jaket pelampung sambil menunggu pertolongan. Kapal-kapal niaga dan kapal tunda yang berada di sekitar lokasi turut memberikan bantuan awal.

Insiden terjadi sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Setelah menerima laporan, Basarnas bersama TNI AL, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), serta unsur SAR lainnya langsung mengerahkan operasi pencarian dan evakuasi.

Berdasarkan data terbaru, KMP Mutiara Santosa 2 mengangkut 271 orang yang terdiri atas 232 penumpang dan 39 awak kapal, serta membawa 181 unit kendaraan. Hingga perkembangan terakhir, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 230 orang, terdiri atas 225 korban selamat dan lima korban meninggal dunia. Sementara itu, 41 orang lainnya masih dalam pencarian. (LN/P-3) 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |