Kemenhaj akan Maksimalkan Mobile Clinic dan Klinik Satelit di Armuzna

9 hours ago 5

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan paparannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Kamis (12/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI akan memaksimalkan keberadaan klinik satelit di setiap sektor serta menghadirkan mobile clinic di wilayah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Upaya ini ditujukan untuk memperkuat pelayanan sekaligus pengawasan kondisi kesehatan jamaah.

“Kami akan memaksimalkan klinik satelit dan mobile clinic di Armuzna untuk melayani dan mengawasi kesehatan jamaah secara lebih optimal,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangannya, Senin (30/3/2026). 

Hal ini disampaikan Dahnil saat meninjau kesiapan mitra pelayanan kesehatan haji di Makkah sebagai bagian dari upaya memastikan layanan optimal bagi jamaah haji Indonesia.

Dalam kunjungannya, Dahnil mendatangi Saudi German Hospital yang akan berkolaborasi dengan Pusat Kesehatan Haji serta para petugas kesehatan haji dalam melayani jamaah Indonesia.

Ia menegaskan, isu kesehatan masih menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun. Hal ini tidak terlepas dari tingginya jumlah jamaah lanjut usia serta mereka yang masuk kategori risiko tinggi.“Sekitar 25 persen jamaah haji Indonesia adalah lansia dan 177 ribu lainnya masuk kategori risiko tinggi. Karena itu, model pelayanan kesehatan harus banyak berubah,”ujar Dahnil.

Selain di Tanah Suci, penguatan layanan kesehatan juga dilakukan di dalam negeri. Pemerintah berencana menyediakan klinik permanen di asrama haji yang dapat beroperasi sepanjang tahun, termasuk untuk melayani jamaah umrah.

Langkah serupa juga akan diperkuat melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi sebagai pusat rujukan layanan kesehatan jamaah.“Ke depan, asrama haji akan dilengkapi klinik permanen agar pelayanan kesehatan bisa berjalan sepanjang tahun, baik untuk haji maupun umrah,” kata Dahnil.

Pemerintah berharap langkah ini mampu meningkatkan kualitas perlindungan kesehatan jamaah haji Indonesia, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sehat.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |