Kemenkes Jalankan Dua Rumah Sakit Lapangan, Langsung Layani Operasi Korban Gempa

4 days ago 3
Kemenkes Jalankan Dua Rumah Sakit Lapangan, Langsung Layani Operasi Korban Gempa Jumpa Pers Penanganan Darurat Gempabumi Magnitudo 7,7 NTT, Rabu (19/8/2026). Dari kiri: Ketua Satgas Bencana Kemenkes Samarjaya, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dan Deputi Bidang Geofisika(MI/Palce Amalo)

KEMENTERIAN Kesehatan mengoperasikan dua rumah sakit lapangan untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedua fasilitas darurat tersebut berada di Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Rumah Sakit Aeramo di Kabupaten Nagekeo.

Ketua Satgas Bencana Kemenkes Samarjaya mengatakan kedua rumah sakit lapangan telah beroperasi dan pada Rabu (19/8) sudah melakukan tindakan operasi terhadap pasien.

"Kami laporkan ada 2 rumah sakit lapangan yang kita kirimkan. Itu di Rumah Sakit Ruteng, karena cukup parah. Jadi kita sudah mendirikan rumah sakit lapangan, dan hari ini telah melakukan operasi di tenda di rumah sakit lapangan," kata Samarjaya dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (19/8).

Menurut dia, rumah sakit lapangan tersebut berfungsi membantu rumah sakit dan puskesmas yang terdampak gempa. Pasien dari fasilitas kesehatan yang tidak dapat memberikan pelayanan secara optimal dapat dirujuk ke rumah sakit lapangan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Termasuk juga di Rumah Sakit Aeramo di Nagekeo. Nah, itu juga sudah kita operasikan, hari ini sudah berjalan, operasi juga sudah dilakukan," ujarnya.

Kemenkes mengerahkan rumah sakit lapangan setelah melakukan pemetaan terhadap kondisi fasilitas kesehatan di wilayah terdampak. Pendataan mencakup kondisi rumah sakit dan puskesmas, jumlah korban, tingkat keparahan luka, jumlah pengungsi, serta lokasi titik pengungsian.

Data tersebut digunakan untuk menentukan prioritas penanganan kesehatan di tujuh kabupaten di wilayah Flores yang terdampak gempa. Selain membangun rumah sakit lapangan, Kemenkes mengerahkan tenaga medis Emergency Medical Team (EMT) ke sejumlah fasilitas kesehatan yang sulit dijangkau.

Samarjaya mengatakan pengiriman tim dilakukan bekerja sama dengan Basarnas untuk menjangkau puskesmas terdampak, termasuk di Lambaleda dan Dampek.

"Kita bekerja sama dengan teman-teman Basarnas melakukan pengiriman tenaga medis EMT, ya, untuk memberikan layanan di sana, dan kemudian mengevakuasi, mengevakuasi masyarakat atau pasien yang memang perlu dirujuk di rumah sakit," katanya.

Kemenkes juga mengerahkan relawan dari Kementerian Kesehatan, organisasi profesi, dan lembaga nonpemerintah sesuai kebutuhan di lapangan.

Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, Kemenkes menyatakan ketersediaan obat-obatan untuk lima hari ke depan masih aman. Pemerintah pusat juga siap memobilisasi tambahan obat jika kebutuhan di daerah terdampak meningkat.

Rumah Sakit Komodo Kembali Layani Pasien

Di sisi lain, Kemenkes telah melakukan penilaian terhadap kondisi bangunan sejumlah fasilitas kesehatan yang terdampak gempa. Salah satunya Rumah Sakit Komodo.

Setelah hasil penilaian bangunan dinyatakan aman, pasien di Rumah Sakit Komodo telah kembali masuk ke ruang perawatan. "Sudah dicabut dan mengeluarkan hasilnya, hasil terhadap penilaian bangunan, khususnya di Rumah Sakit Komodo, dan hari ini, ya, alhamdulillah semuanya, pasien sudah masuk kembali ke ruangan-ruangan di Rumah Sakit Komodo," ujar Samarjaya dalam konferensi pers, Rabu (19/8).

Kemenkes menyatakan penanganan kesehatan pascagempa dilakukan melalui penguatan fasilitas kesehatan yang masih berfungsi, rumah sakit lapangan, mobilisasi tenaga medis, serta sistem rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat terdampak tetap memperoleh pelayanan kesehatan meskipun sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan akibat gempa. (PO/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |