Presiden FIFA Gianni Infantino.(AFP/ NORBERTO DUARTE)
KEPEMIMPINAN Gianni Infantino di FIFA kini berada di bawah tekanan hebat setelah badan pengatur sepak bola Eropa (UEFA) serta Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) secara terbuka melontarkan kritik tajam. Gelombang protes ini mencuat meski Infantino telah memutuskan untuk membatalkan rencana penjualan saham kompetisi FIFA kepada investor swasta.
UEFA menyambut pembatalan rencana tersebut sebagai "kemenangan bagi seluruh permainan," namun mereka menegaskan bahwa masalah kepercayaan terhadap Infantino belum selesai.
Dalam pernyataan resmi mereka, Sabtu (1/8), UEFA menuduh Infantino gagal memenuhi janji transparansi yang ia gaungkan saat berkampanye menjadi Presiden FIFA pada 2016.
Kritik Pedas dari UEFA dan Concacaf
UEFA menyatakan bahwa kepemimpinan FIFA saat ini telah kehilangan kepercayaan dari banyak anggota keluarga sepak bola. Mereka menyoroti upaya kesepakatan "di ruang belakang" yang dianggap tidak transparan dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu tanpa konsultasi yang memadai.
Senada dengan UEFA, Concacaf menyebut proposal investasi tersebut sebagai gejala dari kepemimpinan yang "berhenti mengutamakan sepak bola." Meskipun Concacaf tidak menyebut nama Infantino secara langsung, mereka mendesak dilakukannya tinjauan penuh terhadap tata kelola FIFA.
"Tindakan sepihak dan buruknya tata kelola ini mengikuti pola kesalahan langkah yang serupa. Peninjauan penuh terhadap kepemimpinan ini harus segera dilakukan," tulis pernyataan resmi Concacaf.
Tekanan Jelang Kongres FIFA, Maret Mendatang
Situasi ini menjadi ancaman serius bagi Infantino yang tengah mengincar masa jabatan keempat dalam Kongres FIFA, Maret mendatang. Selain badan kontinental, tokoh politik seperti Perdana Menteri Inggris Andy Burnham juga telah menyerukan agar Infantino mengundurkan diri.
Di sisi lain, dukungan masih mengalir dari Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA). Sheikh Hamad bin Khalifa bin Ahmed Al Thani menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya Infantino untuk terus mengembangkan sepak bola secara global, meskipun ia juga menyetujui keputusan pembatalan rencana investasi demi menjaga persatuan anggota.
Tuntutan Transparansi dan Akuntabilitas
Beberapa poin utama yang ditekankan oleh UEFA dan para anggotanya meliputi:
- Penghentian skema rahasia yang disusun oleh individu tanpa wajah yang tidak memberikan manfaat nyata bagi sepak bola.
- Identifikasi dan pertanggungjawaban pihak-pihak yang merancang rencana investasi tersebut.
- Pemanfaatan dana FIFA yang mengendap di bank untuk pengembangan akar rumput (grassroots) daripada menjual aset strategis organisasi.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Federasi Sepak Bola Norwegia juga menyatakan dukungan mereka terhadap posisi UEFA. Presiden Federasi Norwegia, Lise Klaveness, menegaskan bahwa kerja sama internasional tidak boleh dikorbankan demi kepentingan individu.
Hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan keras dari UEFA dan Concacaf tersebut. Namun, dengan semakin dekatnya jadwal pemilihan presiden, posisi Infantino diprediksi akan terus digoyang oleh tuntutan reformasi tata kelola yang lebih transparan. (bbc/Z-1)

















































