Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (3/7).(Dok. Istimewa)
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (3/7). Pertemuan tersebut membahas penjajakan kerja sama strategis di bidang kebudayaan antara Pemerintah Qatar dan DIY.
Duta Besar Sultan bin Mubarak menyatakan kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru sekaligus memperkuat hubungan yang telah terjalin erat dengan Yogyakarta. Ia menegaskan komitmennya untuk merealisasikan berbagai program dan acara kebudayaan di masa mendatang.
“Kami berdiskusi mengenai bentuk kerja sama yang ingin direalisasikan antara Qatar dengan DIY, khususnya dalam bidang kebudayaan. Ke depan akan ada banyak program dan event, namun bentuknya masih menjadi kejutan,” ujar Sultan bin Mubarak usai pertemuan.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih mendalam. Salah satu poin penting yang dibahas adalah keterlibatan DIY dalam peringatan 50 tahun hubungan bilateral Indonesia-Qatar yang puncaknya akan berlangsung pada akhir tahun 2026.
“Delegasi berkesenian dari Qatar dijadwalkan hadir di Yogyakarta pada 11-12 Desember 2026 untuk memperingati 50 tahun hubungan bilateral. Kami masih menunggu detail teknis mengenai konsep acara tersebut,” papar Sri Sultan.
Selain agenda kesenian, pertemuan tersebut juga menyinggung kembali rencana kerja sama pengembangan museum di DIY oleh Qatar. Proyek ini sebelumnya sempat tertunda dan mengalami pembatalan akibat situasi konflik di Gaza.
Sri Sultan menambahkan bahwa pimpinan museum dari Qatar direncanakan hadir pada akhir tahun ini untuk membahas kelanjutan proyek tersebut. Pertemuan lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai teknis pengembangan museum yang sempat tertunda. (AU/I-1)

















































