Kerugian Ekonomi Iran akibat Operasi Epic Fury Tembus Rp4.400 Triliun

4 hours ago 5
Kerugian Ekonomi Iran akibat Operasi Epic Fury Tembus Rp4.400 Triliun Warga Iran.(Al Jazeera)

PARA ahli di Iran memperkirakan total kerugian ekonomi yang diderita negara tersebut akibat Operasi Epic Fury saja mencapai angka fantastis sebesar US$280 miliar (sekitar Rp4.400 triliun). Angka ini belum mencakup kerusakan dari operasi lanjutan serta dampak blokade angkatan laut yang masih berlangsung.

Data tersebut diungkapkan oleh Hossein Nouhi, seorang pakar konstruksi bersertifikat di kotamadya Teheran, dalam acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Perencanaan Kota Universitas Teheran. Menurut laporan Iran International, Nouhi menjelaskan bahwa nilai tersebut hanya berasal dari kerugian langsung selama fase pembukaan operasi tempur intensif selama 40 hari. Angka ini bahkan belum menghitung biaya pemulihan produksi industri serta faktor tidak berwujud seperti kerusakan psikologis masyarakat.

Tehran Jadi Titik Terparah

Data dari Departemen Perencanaan Kota dan Arsitektur Kotamadya Teheran mengonfirmasi bahwa ibu kota Iran tersebut merupakan lokasi yang paling parah terkena dampak perang, dengan total 650 serangan yang terkonfirmasi. Namun, dampak serangan tidak merata di seluruh wilayah kota.

Dari 22 distrik di Tehran, Distrik 4 menjadi wilayah yang paling menderita dengan 90 serangan. Distrik ini mencakup Lavizan, sebuah lingkungan di timur laut yang menjadi markas besar Organisasi Industri Dirgantara, anak perusahaan militer-industri utama Kementerian Pertahanan Iran. Wilayah ini juga dicurigai menampung fasilitas penelitian nuklir rahasia dan garnisun militer yang diperkuat.

Distrik lain yang mengalami kerusakan signifikan meliputi:

  • Distrik 21 (62 serangan): Lokasi Tehransar, lingkungan perumahan militer di sekitar bandara yang digunakan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
  • Distrik 22: Menampung beberapa fasilitas kunci Garda, termasuk markas besar Pasukan Dirgantara Garda di Chitgar.
  • Distrik 17: Wilayah yang paling sedikit terdampak dengan hanya tiga serangan yang dilaporkan.

Secara keseluruhan, serangan terhadap Teheran menghancurkan atau merusak 50.849 rumah. Dari jumlah tersebut, 2.042 unit hancur total dan 9.315 unit mengalami kerusakan berat.

Perbedaan Estimasi Barat dan Domestik

Angka kerugian US$280 miliar ini jauh lebih tinggi dibandingkan estimasi Barat. Pada Mei lalu, Foundation for the Defense of Democracies (FDD) memperkirakan kerugian ekonomi Iran berada di kisaran US$50 miliar hingga US$300 miliar, dengan angka paling mungkin di titik US$144 miliar.

Daniel Swift, analis senior FDD, menyatakan bahwa estimasi total biaya sering kali belum memperhitungkan biaya pembangunan kembali jaringan proksi regional, hilangnya modal manusia, inflasi masa perang yang astronomis, serta pembiayaan rekonstruksi yang bisa bernilai ratusan miliar dolar tambahan.

Krisis Ekonomi dan Misery Index

Sebelum perang pecah, Iran sudah mengalami keruntuhan ekonomi efektif yang memicu protes besar-besaran. Perang memperburuk situasi ini, terutama melalui inflasi yang meledak karena pemerintah terus mencetak uang untuk membiayai Garda Revolusi sementara ekonomi terhenti.

Ekonom Mohammad-Mehdi Behkish menyatakan bahwa Iran membutuhkan investasi sekitar US$500 miliar untuk membangun kembali kerusakan perang, memulihkan pertumbuhan, dan memodernisasi industri. Mengingat keterbatasan sumber daya domestik, dana ini sangat bergantung pada sumber internasional.

Gubernur Bank Sentral, Abdolnaser Hemmati, melaporkan bahwa pendapatan per kapita Iran telah turun sebesar 47%, mencapai level terendah yang tidak terlihat sejak tahun 1990-an. Selain itu, Iran mencatat angka tertinggi dalam Misery Index (indikator gabungan tingkat inflasi dan pengangguran) yang mencapai 91,1 poin, melonjak tajam dari 51,7 poin pada tahun 2022.

Catatan Krisis: Dengan dominasi kelompok garis keras dalam pemerintahan yang lebih memprioritaskan pembangunan kembali militer daripada barang konsumsi sipil, harapan untuk pemulihan ekonomi Iran dalam waktu dekat dinilai sangat tipis. (Washington Examinary/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |