Ketika Kaum Muslimin Diizinkan Berperang, Ini Adab dan Batasannya

8 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ajaran Islam memiliki aturan mengenai apa saja yang boleh dan tidak boleh dalam situasi perang. Dalam mengangkat senjata di konflik terbuka, nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi pertimbangan.

Sebagai contoh, Nabi Muhammad SAW melarang pasukan Muslimin untuk menyerang anak-anak, perempuan, dan orang lanjut usia (lansia). Begitu pula, para rahib dan pendeta yang sedang berada dalam tempat-tempat ibadah mereka, tidak boleh diganggu.

Jangankan terhadap manusia; tetumbuhan pun menjadi perhatiannya. Pasukan Islam dilarang merusak pohon di sepanjang jalan maupun arena pertempuran.

Dalam buku Ketika Rasulullah Harus Berperang, Prof Dr Ali Muhammad ash-Shallabi menjelaskan latar sejarah. Mengutip keterangan Ibnu Hisyam, pada zaman Rasulullah SAW, terjadi sebanyak 27 perang yang berkaitan dengan kaum Muslimin.

Di antaranya, ada sembilan jihad yang dipimpin oleh Nabi SAW secara langsung. Itu adalah Perang Badar al-Kubra, Perang Uhud, Perang Khandaq, Perang Bani Quraidhah, Perang Bani Musthaliq, Perang Khaibar, Pembebasan Makkah, Perang Hunain, dan Perang Tabuk.

Pemicu tiap pertempuran itu datang dari luar Muslimin. Memang, sejak munculnya risalah Islam, orang-orang kafir sudah menunjukkan kebencian terhadap ajaran Nabi Muhammad SAW. Mereka bahkan tidak segan-segan menyakiti Rasulullah SAW tatkala beliau masih tinggal di kota kelahirannya, Makkah al-Mukarramah.

Kemudian, turunlah izin dari Allah Ta’ala. Nabi SAW dan kaum Muslimin lantas hijrah dari Makkah ke Madinah al-Munawwarah—sebelumnya bernama Yastrib. Di kota ini, Rasulullah SAW mengonsolidasi kekuatan umat Islam sembari tetap menghormati keanekaragaman masyarakat setempat.

Cara ini berhasil dengan gemilang. Bahkan, orang-orang Madinah tidak lagi menonjolkan rasa bangga yang berlebihan terhadap kabilah masing-masing (sukuisme), seperti ketika Nabi SAW belum hadir di tengah mereka. Kini, mereka lebih senang meleburkan diri dalam identitas sebagai kaum Muslimin, pengikut al-Musthafa SAW.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |