Rudal Zolfaghar dan Qadr, serta model logam kapal selam mini, dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026.(Anadolu Agency/Fatemeh Bahrami )
ANGKATAN bersenjata Republik Islam Iran mengonfirmasi telah meluncurkan serangan udara ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang berada di Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis (3/9). Serangan ini diklaim sebagai respons langsung atas operasi militer AS terhadap fasilitas Iran awal pekan ini.
Berdasarkan pernyataan militer Iran yang dikutip kantor berita IRNA, serangan tersebut melibatkan penggunaan rudal dan pesawat tak berawak (drone). Stasiun televisi Iran Press TV melaporkan bahwa serangan di Kuwait berhasil mengenai "sasaran utama" di instalasi militer tersebut.
Militer Iran merinci sejumlah fasilitas strategis yang menjadi target dalam operasi balasan ini. Di Kuwait, serangan difokuskan pada Pangkalan Udara Ahmad Al Jaber, sementara di UEA menyasar Pangkalan Udara Al Minhad.
| Pangkalan Udara Ahmad Al Jaber | Kuwait | Sistem komunikasi satelit, gudang logistik, dan hanggar pesawat tempur. |
| Pangkalan Udara Al Minhad | Uni Emirat Arab (UEA) | Lokasi penempatan personel militer dan sistem radar. |
Eskalasi Konflik Iran-AS
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran pada Selasa malam. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi mereka menargetkan berbagai fasilitas milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Menurut data CENTCOM, fasilitas yang dihancurkan meliputi:
- Sistem pertahanan udara.
- Stasiun radar pemantau.
- Aset angkatan laut.
- Fasilitas komunikasi strategis.
Sebagai balasan, Iran memilih untuk menargetkan aset militer AS di negara-negara tetangga yang menjadi basis operasi pasukan Paman Sam. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa atau total kerugian material secara mendetail dari pihak pangkalan militer di Kuwait maupun UEA. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)
Situasi di Timur Tengah masih sangat dinamis. Informasi mengenai dampak kerusakan di Pangkalan Ahmad Al Jaber dan Al Minhad terus dipantau melalui laporan resmi otoritas setempat dan sumber internasional.


















































