Kolaborasi Dua Kampus Dorong Pemberdayaan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Desa Madapolo Halmahera Selatan

3 days ago 3
Kolaborasi Dua Kampus Dorong Pemberdayaan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Desa Madapolo Halmahera Selatan Ilustrasi(Dok Istimewa)

UPAYA meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga berbasis potensi lokal terus dilancarkan di wilayah kepulauan. Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi, tim akademisi dari Universitas Khairun (Unkhair) dan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema pendanaan DPPM PKM Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Melalui Inovasi Produk Sangkola Hitam Berbahan Dasar Ubi Kayu di Desa Madapolo, Kecamatan Obi Utara” Halmahera Selatan ini berfokus pada diversifikasi olahan ubi kayu (singkong) menjadi produk bernilai jual tinggi. Melimpahnya hasil panen ubi kayu di Obi Utara selama ini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal untuk menggerakkan perekonomian warga.

Tim pengabdian yang diketuai oleh Asnita Ode Samili, M.Pd., bersama dua dosen anggota, yakni Ningsi Saibi, M.Si., dan Jainudin Hasim, M.Pd., serta dibantu oleh dua mahasiswa, Verawati Mustapa dan Sonia La Umi, aktif mendampingi kegiatan kelompok usaha.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibimbing secara langsung mempraktikkan proses produksi Sangkola Hitam secara higienis dan sesuai standar, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan produk yang siap dipasarkan secara offline maupun online.

Dalam sesi diskusi, tim pengabdian juga memberikan pendampingan mengenai pengelolaan usaha sederhana, mulai dari pencatatan biaya produksi, penentuan harga jual yang kompetitif, hingga strategi memperoleh keuntungan tanpa mengurangi kualitas produk. Pelaku usaha diajak memahami bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh cita rasa produk, tetapi juga oleh manajemen usaha yang baik, pelayanan kepada konsumen, serta kemampuan membaca peluang pasar.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu rumah tangga aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi. Mereka juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kemampuan yang telah diperoleh dapat terus ditingkatkan, terutama dalam aspek inovasi produk, pemasaran digital, serta pengembangan kemasan yang lebih modern dan menarik.

Proses pembuatan dimulai dari tahap persiapan bahan, yaitu pengupasan kulit ubi kayu segar, kemudian dilanjutkan dengan pencucian hingga benar-benar bersih dari sisa tanah.

Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta dibimbing secara langsung mengenai teknik pengolahan ubi kayu. Tahap awal dilakukan dengan membersihkan ubi kayu, kemudian memarutnya hingga halus. Setelah itu, kadar air dikurangi melalui proses pengeringan agar tekstur dan daya simpan produk lebih optimal.

Serbuk ubi kayu yang telah kering kemudian dicampur dengan irisan gula aren dan diaduk hingga merata sehingga berubah warna menjadi kecokelatan. Selanjutnya, adonan dikukus hingga matang sempurna dan berubah menjadi merah kehitaman sehingga menghasilkan cita rasa yang manis dan legit.

Tahapan berikutnya adalah pengemasan (packing). Produk dikemas menggunakan kemasan modern yang kedap udara dan menarik agar siap dipasarkan.

Menurut Asnita Ode Samili, selain teknik produksi, pelatihan ini juga membekali warga dengan strategi pemasaran ganda.

“Ibu-ibu di Desa Madapolo kami latih menguasai dua jalur pemasaran, yaitu offline dan online. Jalur offline dilakukan dengan menyasar warung lokal, sedangkan jalur online memanfaatkan media sosial Facebook (FB) agar jangkauan pasar Sangkola Hitam dapat menembus luar daerah.”

Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan pengabdian ini juga dirancang untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan ibu rumah tangga. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kualitas produk secara konsisten, menerapkan sanitasi dalam proses produksi, serta membangun identitas produk yang mampu bersaing di pasar.

Program ini sekaligus menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, Unkhair dan Unutara hadir sebagai mitra strategis masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki daya saing.

Ke depannya, tim PKM berharap Sangkola Hitam tidak hanya dikenal sebagai makanan tradisional khas Desa Madapolo, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan daerah yang mampu dipasarkan ke berbagai wilayah di Maluku Utara bahkan hingga tingkat nasional.

Dengan dukungan pemerintah desa, kelompok usaha masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, inovasi pangan lokal ini diharapkan mampu membuka lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan Desa Madapolo.

Melalui sinergi antara Unkhair, Unutara, dan masyarakat Desa Madapolo, program ini diharapkan mampu melahirkan kelompok usaha mandiri berbasis pangan lokal yang berkelanjutan. Kolaborasi ini juga menjadi contoh bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dapat menjadi strategi efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus melestarikan warisan kuliner tradisional agar tetap relevan di tengah perkembangan pasar modern.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |