Kompolnas Desak Polisi Segera Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunu

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mohammad Choirul Anam mendesak polisi segera mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Menurutnya, perkembangan penyelidikan kasus tersebut sudah menunjukkan arah jelas.

"Salah satu yang penting dalam penyiraman air keras adalah langkah yang menurut kami positif kepolisian adalah membuka prosesnya. Jadi kemarin mereka Polda Metro Jaya menjelaskan apa yang didapat arahnya ke mana dan sebagainya," kata Choirul Anam kepada wartawan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (17/3/2026).

Ia menilai, pengumpulan dan pendalaman bukti, termasuk rekaman kamera pengawas, menunjukkan upaya yang akuntabel. Dimana polisi sudah mengumpulkan 80 lebih kamera CCTV untuk mengungkap kasus penyiraman air keras tersebut.

"Salah satu penjelasan yang signifikan adalah 86 CCTV sudah diambil sedang didalami. Proses itu menunjukan langkah yang positif dan akuntabilitasnya. Itu yang pertama," ujar dia.

Namun demikian, Kompolnas meminta agar proses tersebut tidak berhenti pada tahap pengumpulan bukti semata. Dengan banyaknya data yang sudah dikantongi, polisi dinilai mampu segera mengungkap pelaku.

"Kami memang meminta tidak berhenti di situ dengan CCTV yang jumlahnya begitu banyak dengan pola yang sudah terekam dalam peristiwa tersebut saya kira memang rekan-rekan kepolisian kita percaya bisa lebih cepat untuk segera mengumumkan siapa pelakunya dengan identitas yang jelas," kata Choirul Anam.

Dirinya melanjutkan, berbagai alat bukti seperti rekaman CCTV, jejak komunikasi, hingga bukti lain harus dimaksimalkan untuk mengungkap pelaku, baik yang berada di lapangan maupun aktor intelektual di balik aksi tersebut. "Baik CCTV, rekam jejak komunikasi, dan bukti yang lain. Nah kita menunggu itu. Sekali lagi, langkah untuk mengungkap prosesnya adalah langkah yang baik dan ini bisa jadi role model untuk mengungkap kasus-kasus besar. Buka transparansinya, buka akuntabilitasnya," katanya.

Ia juga memastikan Kompolnas terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna menjaga proses penyelidikan tetap transparan. Kompolnas juga bakal mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

Anam menekankan seluruh proses penegakan hukum harus berlandaskan fakta, bukan opini, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. "Saya kira karena ini Reskrim kriminal umum, penegakan-penegakan hukum, apapun analisanya, apapun kesimpulannya harus berdasarkan fakta yang ditemukan,” ujarnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |