REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Frans Kongi, mengimbau para pengusaha untuk dapat melakukan penghematan energi dan bahan bakar. Hal itu menyusul masih berlangsungnya konflik di Timur Tengah (Timteng).
Frans mengatakan, konflik yang saat ini berlangsung di Timteng bukan persoalan sepele. Sebab dampaknya dapat mendisrupsi rantai pasok global.
"Dengan perang macam begini, ya pasti ada gangguan. Itu bisa mempengaruhi produksi kita, bisa mempengaruhi harga logistik, harga BBM bisa naik, dan lain sebagainya," kata Frans ketika diwawancara, Jumat (6/3/2026).
Karena itu, dia menekankan, konflik yang saat ini tengah berlangsung sama sekali tak menguntungkan dunia usaha. "Situasi sekarang ini memang kita harus hati-hati. Sehingga semua anggota (Apindo) kita informasikan untuk menghemat biaya, menghemat energi, menghemat bahan bakar. Ini jadi salah satu cara untuk kita tetap bertahan," ujarnya.
Frans berharap, konflik di Timteng bisa selesai dalam waktu dekat. "Kalau sampai jangka panjang, kita lebih celaka. Sangat berbahaya untuk pertumbuhan ekonomi kita, dunia usaha kita," katanya.
Menurut Frans, saat ini kondisi dunia usaha di Tanah Air belum sepenuhnya kuat. Aliran investasi pun belum terlalu signifikan. Padahal, saat ini Indonesia masih membutuhkan perluasan lapangan kerja.
"Oleh karena itu kita harapkan konflik ini (bisa usai) sesingkat-singkatnya. Kalau sampai jangka panjang, berat kita. Saya takut juga memang," ujar Frans.
Situasi di Timteng memanas pascaserangan gabungan Amerika Serikat-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu. Pascaserangan tersebut, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Lebih dari 20 persen pasokan minyak global harus melintasi selat tersebut setiap harinya.
Tak hanya menutup Selat Hormuz, Iran juga melancarkan serangkaian serangan yang membidik fasilitas diplomatik dan militer AS di sejunlah negara di Timteng. Wilayah Israel tak luput dari sasaran serangan udara Iran.

10 hours ago
4

















































