Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Nepal Menjadi 903 Orang, 4.247 Hilang

3 weeks ago 29
Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Nepal Menjadi 903 Orang, 4.247 Hilang Banjir dahsyat melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok. Sebanyak 903 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 4.247 orang masih dinyatakan hilang.(AFP)

BANJIR bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tiongkok menelan sedikitnya 903 korban jiwa di Nepal. Lembaga Penanggulangan Bencana Nepal melaporkan bahwa jumlah korban hilang di negaranya melonjak drastis hingga mencapai 4.247 orang seiring proses evakuasi yang memasuki hari keenam pada Senin.

Sementara itu, media pemerintah Tiongkok mengonfirmasi 16 orang tewas dan 546 orang hilang di wilayah Tibet akibat bencana yang terjadi sejak Rabu pekan lalu. Dengan demikian, total korban tewas di kedua negara secara keseluruhan mencapai 919 orang, sedangkan korban hilang menyentuh angka 4,793 orang.

Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal mencatat, daftar korban hilang di Nepal mencakup 3.655 warga negara setempat, 592 warga negara asing, serta 933 pekerja di proyek-proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang berlokasi di sepanjang aliran sungai yang diterjang air bah.

Lonjakan tajam jumlah korban hilang di Nepal sebagian besar disumbang dari Distrik Nuwakot yang melonjak menjadi 1.158 orang dari 115 orang pada hari Minggu. Selain itu, terdapat 562 orang yang belum ditemukan di Distrik Rasuwa. Dari total daftar korban hilang tersebut, terdapat pula 45 prajurit tentara Nepal, 38 personel polisi dan polisi bersenjata, serta 19 petugas bea cukai dan imigrasi.

Dampak bencana ini juga meluas hingga ke negara tetangga, India. Pihak berwenang di Negara Bagian Uttar Pradesh melaporkan telah menemukan 17 jenazah dari sungai-sungai yang mengalir dari arah Nepal, yang diduga kuat merupakan korban banjir tersebut. Saat ini, otoritas India masih melakukan proses identifikasi dan jenazah tersebut belum dimasukkan ke dalam rekapitulasi resmi total korban tewas. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |