Korban Tewas Banjir Bandang Himalaya Tembus 1.000 Orang, 4.462 Masih Hilang

2 weeks ago 32
Korban Tewas Banjir Bandang Himalaya Tembus 1.000 Orang, 4.462 Masih Hilang Ilustrasi dampak banjir bandang himalaya di perbatasan Tiongkok dan Nepal.(Anadolu)

JUMLAH korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang kawasan Himalaya, di perbatasan Nepal dan Tiongkok, telah menembus angka 1.000 orang. Data resmi yang dirilis pada Selasa (1/9/2026) menunjukkan skala kehancuran yang masif tepat satu pekan setelah bencana melanda.

Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal (NDRRMA) melaporkan penemuan 84 jenazah tambahan oleh tim pencarian dan penyelamatan (SAR). Dengan tambahan tersebut, total korban jiwa di wilayah Nepal saja kini mencapai 987 orang.

Di wilayah Tiongkok, otoritas setempat melaporkan 16 orang meninggal dunia. Secara kumulatif, total korban tewas yang terkonfirmasi dari kedua negara mencapai sedikitnya 1.003 jiwa.

Data Korban dan Orang Hilang Bencana Himalaya

Kategori Nepal Tiongkok Total
Korban Meninggal 987 16 1.003
Korban Hilang 3.916 546 4.462
WNA Hilang (Bagian dari Total Hilang) 583 261 844

Ribuan Orang masih Hilang

Selain angka kematian yang tinggi, kekhawatiran mendalam tertuju pada 4.462 orang yang masih dinyatakan hilang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 844 orang merupakan warga negara asing (WNA), dengan mayoritas berasal dari India (275 orang) dan Tiongkok (100 orang).

Di Nepal, daftar orang hilang mencakup 639 pekerja yang ditempatkan di sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA). NDRRMA terus berupaya melakukan penyisiran di area-area infrastruktur vital yang tersapu aliran material.

Kronologi dan Wilayah Terdampak

Bencana ini dipicu oleh keretakan gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, pada 26 Agustus 2026. Keretakan yang terjadi di ketinggian 5.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut memicu longsoran es dan batu raksasa yang berubah menjadi aliran material besar saat menuruni lembah.

Dampak kerusakan terparah di Nepal meliputi wilayah Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, hingga Lembah Kathmandu. Sementara di sisi Tiongkok, material longsor menerjang kawasan penyeberangan perbatasan Gyirong di Tibet barat daya (Daerah Otonom Xizang). Tim SAR Tiongkok melaporkan bahwa infrastruktur di sisi perbatasan tersebut nyaris rata dengan tanah, memaksa tim berjalan kaki selama 10 jam untuk mencapai lokasi.

Kebutuhan Mendesak dan Bantuan Internasional

Pemerintah Nepal kini mendesak bantuan internasional untuk mempercepat proses identifikasi jenazah dan pemetaan wilayah. Kebutuhan mendesak meliputi:

  • Lemari pendingin untuk penyimpanan jenazah.
  • Peralatan pengujian DNA untuk identifikasi korban.
  • Teknologi penginderaan jarak jauh dan drone untuk pemetaan area sulit.

Saat ini, tim bantuan dari Tiongkok, Korea Selatan, dan India telah bergabung dalam operasi kemanusiaan. Namun, medan pegunungan yang ekstrem, kerusakan akses jalan, dan terputusnya jaringan komunikasi menjadi kendala utama dalam upaya penyelamatan di kawasan Himalaya tersebut. (Anadolu/Fer/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |