ilustrasi gelombang panas di Korsel.(Antara)
GELOMBANG panas ekstrem yang melanda Korea Selatan. Fenomena cuaca tersebut memaksa Liga Bisbol Profesional Korea (KBO) membatalkan seluruh pertandingan pada Rabu (5/8) dan Kamis (6/8). Keputusan diambil setelah cuaca yang memecahkan rekor menyebabkan sejumlah penonton kolaps dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Korea Selatan tengah diterpa suhu ekstrem dalam sepekan terakhir. Rekor suhu tertinggi nasional pecah tiga kali hanya dalam kurun beberapa hari, dengan puncaknya mencapai 42,5 derajat Celsius.
Pembatalan kompetisi diumumkan sehari setelah Presiden Lee Jae Myung meminta pemerintah memperlakukan gelombang panas sebagai bencana nasional dan mengerahkan seluruh sumber daya untuk melindungi masyarakat.
"Perlakukan gelombang panas ini sebagai bencana nasional dan lakukan segala upaya untuk segera menerapkan langkah-langkah yang diperlukan demi melindungi keselamatan warga," ujar Lee.
Di Seoul, wilayah timur dan barat kota masih berstatus siaga panas tingkat tertinggi pada Rabu. Peringatan tersebut diterbitkan ketika indeks panas diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius atau suhu udara diprediksi menembus sedikitnya 39 derajat Celsius. KBO menyatakan penghentian sementara seluruh pertandingan dilakukan karena kondisi cuaca sudah membahayakan pemain maupun penonton.
"Kami memutuskan membatalkan seluruh pertandingan pada 5-6 Agustus sampai langkah-langkah keselamatan yang menyeluruh benar-benar diterapkan," demikian pernyataan KBO.
Menurut laporan media lokal, total 10 pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di berbagai kota selama dua hari terpaksa dibatalkan. KBO juga menggelar rapat darurat bersama perwakilan klub dan asosiasi pemain untuk membahas langkah-langkah tambahan guna menjamin keselamatan seluruh pihak selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
Sehari sebelumnya, liga lebih dulu membatalkan dua pertandingan yang sedianya digelar di Stadion Jamsil, Seoul, dan Gwangju setelah beberapa penonton pingsan akibat suhu yang sangat tinggi.
Insiden juga terjadi saat laga antara SSG Landers melawan LG Twins di Incheon. Seorang penonton pria diduga mengalami gangguan kesehatan akibat panas sehingga pertandingan sempat dihentikan selama sembilan menit. Pejabat SSG Landers mengatakan korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Klub tersebut juga mengungkapkan sedikitnya 25 penonton menerima perawatan karena mengalami gangguan kesehatan yang dipicu cuaca panas selama pertandingan berlangsung.
Data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menunjukkan gelombang panas telah menyebabkan 2.221 kasus penyakit terkait suhu tinggi sejak 15 Mei hingga 3 Agustus. Dalam periode yang sama, otoritas memperkirakan sedikitnya 19 orang meninggal dunia akibat dampak cuaca ekstrem tersebut. (AFP)

















































