Konferensi pers peluncuran EP Garis Tegak dari Lafa Pratomo(MI/HO)
SELAMA 12 tahun terakhir, nama Lafa Pratomo lebih dikenal sebagai sosok di balik layar yang membidani lahirnya deretan lagu hit musisi papan atas Indonesia. Kini, sang arsitek pop tersebut akhirnya melangkah ke depan panggung dengan merilis proyek kolaboratif bertajuk Garis Tegak.
Proyek berupa Extended Play (EP) ini bukan sekadar album biasa, melainkan sebuah perayaan atas dua tonggak sejarah penting: 12 tahun perjalanan Lafa Pratomo sebagai produser dan 6 tahun kiprah KithLabo dalam membangun ekosistem musisi independen urban di tanah air. Melalui Garis Tegak, Lafa merefleksikan kegelisahan hidup di tengah ketidakpastian dunia melalui enam karya kolaboratif.
Semangat Resiliensi dan Ruang Setara
Lafa menegaskan bahwa Garis Tegak bukanlah album solo konvensional. Alih-alih menempatkan musisi lain sebagai penyanyi tamu (featuring artist), Lafa mengajak mereka masuk ke dalam ruang kreatif yang setara. Seluruh proses penulisan lagu hingga rekaman dilakukan melalui metode workshop di Syaip Studio tanpa konsep awal yang kaku.
"Garis Tegak itu jadi lambang dari resiliensi. Gue melihat posisi gue, tim gue, dan teman-teman kolaborator ada di posisi yang sama. Mungkin kita kelas menengah yang sekarang hidupnya ya bertahan aja. Cara gue melawan adalah bagaimana gue bisa bertahan dan gimana teman-teman di sekitar gue juga bisa bertahan," ujar Lafa mengenai filosofi di balik judul EP tersebut.
Berikut adalah daftar kolaborasi yang mempertemukan 12 musisi lintas generasi dalam EP Garis Tegak:
| 1 | Feby Putri × Matter Mos | Single Pembuka "Seperti Angka 8" |
| 2 | Nadhif Basalamah × Hursa | Kolaborasi EP Garis Tegak |
| 3 | Bilal Indrajaya × The Jansen | Kolaborasi EP Garis Tegak |
| 4 | Ari Lesmana × White Chorus | Kolaborasi EP Garis Tegak |
| 5 | Isyana Sarasvati × Jason Ranti | Kolaborasi EP Garis Tegak |
| 6 | Hindia × Banda Neira | Kolaborasi EP Garis Tegak |
Single Pembuka: Seperti Angka 8
Perjalanan EP ini diawali dengan perilisan single Seperti Angka 8 pada 4 Agustus 2026. Lagu ini mempertemukan karakter vokal Feby Putri dengan rima dari Matter Mos. Bagi Feby, lagu ini adalah refleksi perjalanannya merantau di Jakarta yang penuh liku namun akhirnya menemukan tempat untuk bertumbuh.
Sementara itu, Matter Mos memaknai resiliensi dalam lagu ini sebagai bentuk komitmen.
"Resiliensi buat gue adalah posisi di mana kita berada. Kita memahami bahwa kita punya poros yang membuat kita terus berjuang," tuturnya.
Dukungan Ekosistem Musik
KithLabo, sebagai mitra strategis di bawah naungan Believe Indonesia, memfasilitasi proyek ini sebagai 'playground' bagi para musisi. Ririe Cholid, Head of Artist Services Believe Indonesia, menyatakan bahwa keterlibatan mereka bertujuan untuk memberdayakan dan menghubungkan kolaborasi ini secara holistik agar pesan resiliensi tersebut sampai ke pendengar.
Dahlia Wijaya, Country Director Believe Indonesia, Malaysia, dan Singapura, menambahkan bahwa Garis Tegak adalah manifestasi visi perusahaan untuk membangun ekosistem musik yang transparan dan adil, di mana musisi memiliki kendali penuh atas identitas kreatif mereka.
Selain aspek audio, proyek ini juga diperkuat secara visual oleh Gema Semesta sebagai creative partner dan Yogi Koesoema sebagai sutradara materi visual. Video musik Seperti Angka 8 dijadwalkan tayang perdana di kanal YouTube KithLabo pada 11 Agustus 2026. (Z-1)


















































