REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perang modern sedang memasuki fase baru, bukan lagi sekadar adu rudal atau artileri, melainkan pertarungan teknologi presisi tinggi berbasis energi terarah. Di tengah masifnya penggunaan drone dalam konflik, Rusia mulai mendorong sistem laser tempur sebagai solusi yang lebih efisien, cepat, dan berkelanjutan.
Salah satu pengembangan paling menonjol datang dari sistem laser anti-drone LazerBuzz, bagian dari proyek “Posokh”, yang kini memasuki tahap penting dalam evolusi teknologi militer Rusia. Sistem ini dirancang untuk menghadapi ancaman drone FPV yang semakin dominan di medan tempur modern.
Menurut laporan kantor berita Rusia, TASS, sistem ini telah mengalami lompatan signifikan setelah diintegrasikan dengan radar. Integrasi tersebut menjadikannya bukan sekadar senjata, tetapi sistem tempur terpadu.
“Sistem laser LazerBuzz telah dihubungkan dengan radar, menjadikannya sistem lengkap yang mencakup kemampuan deteksi dini, penargetan, dan penyerangan,” demikian disampaikan pengembang kepada TASS.
Lebih jauh, pengembang menegaskan efektivitas sistem ini dalam kondisi nyata. “Kami melakukan uji internal, di mana sistem tersebut menunjukkan efektivitas tinggi terhadap drone kamikaze yang bermanuver… UAV yang terbang dengan kecepatan 130–140 km/jam berhasil diserang pada jarak sekitar satu kilometer,” lanjut pernyataan tersebut.
Secara teknis, LazerBuzz menggunakan laser serat berbasis iterbium, sebuah teknologi yang dikenal stabil, efisien, dan mampu menghasilkan daya tinggi dengan ukuran relatif kompak. Diperkirakan daya sistem ini berada di kisaran 5–10 kilowatt, cukup untuk membakar komponen vital drone dalam hitungan detik.
Keunggulan utama laser dibandingkan senjata konvensional terletak pada kecepatannya. Tidak ada waktu tempuh proyektil. Begitu target terkunci, energi langsung dihantarkan ke objek sasaran dalam kecepatan cahaya, menjadikannya ideal untuk menghadapi drone bermanuver cepat.
Dalam pengujian, LazerBuzz mampu menghancurkan UAV pada jarak hingga 1,5 kilometer, dengan waktu paparan kurang dari satu detik. Selain menghancurkan struktur, sistem ini juga dapat melumpuhkan sensor optik drone, menghilangkan kemampuan pengintaian tanpa harus menghancurkan fisiknya.
Pendekatan ini mencerminkan perubahan doktrin militer Rusia: dari penghancuran total menuju penonaktifan sistem lawan secara presisi. Ini penting dalam perang modern yang semakin mengandalkan sistem elektronik dan sensor.

13 hours ago
9

















































