Lima korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 berhasil diidentifikasi(MI/Faishol Taselan)
LIMA korban meninggal dunia akibat kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur. Kelima korban kini berda di kamara jenazah RS Bhayangkara Surabaya.
“Seluruh lima korban meninggal dunia itu teridentifikasi melalui data primer yakni, sidik jari,” kata Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Wahono Edhi P di Surabaya, Senin (3/8).
Selain data primer, dalam proses identifikasi juga diperkuat dengan data sekunder yakni, melalui gigi, catatan medis, hingga properti yang dikenakan korban.
Lima korban itu di antaranya, Sri Indratmo Wijaya, laki-laki (47), warga Pati, Jawa Tengah, Siti Fatimah, perempuan (57), warga Makassar, Sulawesi Selatan, Sari Sukoco, laki-laki (39), warga Tulungagung, Jawa Timur, Rino Eka Putra, laki-laki (48), warga Agam, Sumatra Barat, Yedi Hendrawan, laki-laki (63), warga Kapuas, Kalimantan Tengah.
Dikatakan, tim gabungan masih terus melakukan operasi pencarian korban kapal terbakar di Perairan Sumenep.
“Sampai dengan hari ini, operasi DVI tetap masih berjalan sampai dengan ditentukan selesai oleh Basarnas atau BPBD,” katanya.
Edhi mengimbau pada seluruh masyarakat, terutama keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga karena insiden ini, dipersilahkan untuk memberikan informasi kepada pihak terkait melalui nomor hotline.
“Kemudian bagi keluarga, masyarakat yang kehilangan, yang akan memberikan data, kami persilakan untuk memberikan informasi terkait dengan penumpang-penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 ke nomor hotline kami, DVI Polda Jatim di nomor 08590447911,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 mengalami insiden terbakar di Perairan Sumenep pada Minggu (2/8/2026) pagi.
Berdasar catatan sementara Basarnas, terdapat 236 orang yang menumpang kapal. Dari jumlah itu, 234 orang telah berhasil dievakuasi, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian.
Data awal yang diterima, KMP Mutiara Sentosa 2 membawa 286 penumpang. Namun, setelah dilakukan penelusuran, diketahui sebanyak 50 orang tidak ikut berangkat. (FL)

















































