Lima Strategi Investor Hadapi Bear Market Kripto agar Tetap Untung

10 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bear market adalah fase penurunan harga yang tidak terhindarkan dalam siklus pasar kripto. Bagi banyak investor, kondisi ini memicu kepanikan dan keputusan yang berpotensi merugikan.

Padahal, investor berpengalaman justru melihatnya sebagai peluang. Berikut lima strategi yang dapat dilakukan untuk bertahan di tengah bear market menurut tim Pintu Academy.

Apa Itu Bear Market?

Dikutip dari Pintu Academy, platform edukasi aplikasi Pintu, bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset turun secara signifikan dan berlangsung dalam periode yang relatif panjang. Berbeda dari koreksi jangka pendek, bear market biasanya berlangsung berbulan-bulan hingga lebih dari setahun dan disertai sentimen negatif yang meluas.

Secara umum, bear market biasanya terjadi setelah aset mencetak all-time high (ATH) yang kemudian diikuti koreksi pasar setelah mengalami reli panjang. Tekanan jual juga diperkuat oleh faktor lain seperti kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, atau ketegangan geopolitik.

Siklus Bear Market Aset Kripto

Secara historis, pasar kripto dikenal memiliki siklus empat tahunan yang erat kaitannya dengan fase bull dan bear market. Siklus ini berpusat pada peristiwa Bitcoin halving, yaitu berkurangnya imbalan yang diterima penambang Bitcoin sebesar 50 persen setiap empat tahun.

ATH baru cenderung terbentuk sekitar dua hingga tiga tahun setelah Bitcoin mencapai titik terendah siklus sebelumnya. Dalam rentang tersebut, pasar biasanya mengalami fase akumulasi atau pergerakan sideways yang kerap dimanfaatkan investor jangka panjang.

Berikut sejumlah strategi yang relevan untuk diterapkan dalam menghadapi bear market menurut tim Pintu Academy:

1. Sabar dalam Menentukan Aset dan Target Harga Beli

Saat harga turun lebih dari 20 persen, banyak investor baru panik dan menjual seluruh asetnya. Investor berpengalaman justru melihat bear market sebagai fase untuk mengakumulasi aset yang undervalued.

Hal yang dapat dilakukan:

  • Membuat watchlist aset dengan fundamental yang diyakini kuat.
  • Memantau respons harga terhadap penurunan Bitcoin.
  • Menetapkan target harga beli berdasarkan analisis, misalnya melalui area support historis.

2. Proteksi Modal

Prioritas utama di bear market adalah menjaga modal agar tidak tergerus. Salah satu strategi yang terbukti efektif adalah Dollar-Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset secara rutin dalam jumlah tetap tanpa bergantung pada harga pasar.

Simulasi:

Investor A (all in) menginvestasikan Rp 12 juta sekaligus saat harga Bitcoin sekitar 47.000 dolar AS, lalu nilainya turun signifikan.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |