Ilustrasi(Dok Magnific)
NAIK tangga merupakan aktivitas sederhana yang sering dilakukan sehari-hari. Namun, bagi sebagian orang, gerakan ini justru memunculkan rasa nyeri pada lutut. Kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama jika nyeri muncul berulang atau semakin mengganggu aktivitas.
Eka Hospital menjelaskan, lutut memang menerima beban besar ketika tubuh bergerak. Saat berjalan di permukaan datar, beban pada lutut bisa mencapai sekitar 1,5 kali berat badan. Sementara ketika berjalan menanjak atau naik turun tangga, bebannya dapat meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat.
Bisa Disebabkan Radang Sendi hingga Cedera
Salah satu penyebab paling umum nyeri lutut ketika naik atau turun tangga adalah arthritis atau radang sendi. Kondisi ini dapat menyebabkan jaringan tulang rawan mengalami kerusakan sehingga tulang pada sendi lutut saling bergesekan.
Selain itu, ada chondromalacia patella atau yang dikenal sebagai runner's knee. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat penggunaan lutut secara berlebihan hingga tulang rawan di belakang tempurung lutut mengalami kerusakan. Rasa nyeri biasanya muncul ketika lutut ditekuk dan diluruskan, termasuk saat menaiki tangga.
Cedera ligamen seperti ACL atau PCL juga dapat menjadi penyebab. Cedera ini bisa terjadi akibat gerakan tiba-tiba saat berolahraga maupun beraktivitas. Gejalanya dapat berupa rasa sakit hingga bunyi pada lutut.
Otot Lemah Juga Bisa Jadi Pemicu
Kekuatan otot paha turut berperan dalam menjaga posisi tempurung lutut. Ketika otot paha lemah, tempurung lutut dapat bergeser sehingga meningkatkan gesekan pada sendi dan berujung pada nyeri.
Ada pula sindrom nyeri patellofemoral yang biasanya menimbulkan rasa nyeri tumpul di sekitar tempurung lutut. Kondisi ini dapat muncul setelah lutut banyak digunakan atau terlalu lama berada dalam posisi menekuk.
Jangan Abaikan Jika Nyeri Menetap
Eka Hospital menyebut penanganan nyeri lutut perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Fisioterapi, obat-obatan, kompres dingin, istirahat hingga operasi dapat menjadi pilihan sesuai kondisi.
Penguatan otot penopang lutut, olahraga low impact, menjaga berat badan, menggunakan sepatu yang tepat, cukup beristirahat dan menghindari aktivitas yang membebani lutut juga dapat membantu.
Jika nyeri tidak kunjung hilang, terlebih disertai lutut bengkak, demam atau kelemahan pada kaki, pemeriksaan dokter sebaiknya tidak ditunda. (Netty Fatmawati Pane/E-4)


















































