Masih Kita(MI/HO)
DI tengah dominasi musik pop yang kerap mengangkat tema jatuh cinta dan patah hati yang eksplisit, duo pop pendatang baru, Masih Kita, muncul dengan perspektif yang lebih sunyi dan mendalam. Melalui karya-karyanya, duo ini mencoba memotret perasaan kehilangan yang tidak pernah benar-benar selesai.
Masih Kita beranggotakan dua penyanyi muda berbakat, Lois dan Mahapatih. Keduanya membawa napas baru dalam industri musik dengan pendekatan naratif yang intim, jujur, dan reflektif. Musik mereka hadir sebagai suara bagi emosi-emosi yang sering kali sulit diungkapkan dengan kata-kata biasa.
Refleksi Kehilangan dalam Sejak Dia Mati Sekali
Lewat single terbaru bertajuk Sejak Dia Mati Sekali, Masih Kita mengangkat tema yang jarang disentuh secara jujur: bagaimana hidup dipaksa tetap berjalan, sementara sebagian dari diri kita tertahan di satu titik waktu yang sama. Lagu ini bukan sekadar tentang kepergian seseorang, melainkan tentang ruang kosong yang ditinggalkan dan rutinitas yang kehilangan maknanya.
Penggunaan lirik bilingual (Indonesia dan Inggris) menambah dimensi emosional lagu ini. Potongan lirik seperti “kita masih tertawa bersama, namun hati tak utuh sempurna” dan “the world keeps moving on its way, tapi perasaanku berhenti di sana” menjadi cermin bagi siapa saja yang pernah merasakan kehilangan, baik karena perpisahan maupun kepergian selamanya.
Secara musikal, lagu ini dibalut dengan aransemen pop minimalis yang memberikan ruang bagi vokal keduanya untuk bersinar. Konsep dual vokal menjadi kekuatan utama; Lois mewakili sisi lembut yang penuh kenangan, sedangkan Mahapatih membawa nuansa penerimaan yang berat namun perlahan. Keduanya tidak saling mendominasi, melainkan berjalan berdampingan layaknya dua cara berbeda dalam menghadapi duka yang sama.
Profil dan Prestasi Personel
Kekuatan narasi dalam musik Masih Kita didukung oleh latar belakang kedua personelnya yang merupakan talenta berprestasi di tingkat nasional. Berikut adalah rekam jejak prestasi Lois Claudia Mallasak dan Mahapatih Prawira Putra:
| Mahapatih Prawira Putra | SMA Negeri 9 Bandar Lampung |
|
| Lois Claudia Mallasak | SMA Negeri 2 Bandar Lampung |
|
Dengan rekam jejak yang solid dan kepekaan rasa yang dituangkan dalam Sejak Dia Mati Sekali, Masih Kita menawarkan pengalaman mendengarkan yang personal—seolah lagu ini tidak hanya untuk didengar, tetapi juga untuk dirasakan bersama. (Z-1)

















































