Rusun Pasar Pramuka(Antara)
PEMERINTAH resmi memberlakukan terobosan baru dalam pembiayaan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Proyek Rumah Susun (Rusun) Subsidi berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, dipastikan bisa dicicil dengan jangka waktu (tenor) panjang hingga 40 tahun.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Sri Haryati, menyatakan bahwa skema ini dihadirkan khusus untuk meringankan beban cicilan bulanan masyarakat agar kian terjangkau.
"Suku bunganya itu sangat rendah, yaitu 6%. Bahkan kita sudah buka di dalam Peraturan Menteri sudah bisa tenor sampai 40 tahun," ujar Sri Haryati saat ditemui di Manggarai, Jakarta.
Andalkan Skema KPR FLPP
Pembiayaan jangka panjang ini didukung penuh melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dengan suku bunga tetap (fixed rate) sebesar 6% per tahun serta opsi cicilan hingga 40 tahun, pemerintah berharap ruang kepemilikan rumah di pusat kota bagi MBR semakin terbuka luas.
Selain keringanan bunga dan tenor, proyek rusun subsidi yang berdiri di atas lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini juga diguyur berbagai insentif pajak dan perizinan. Pemerintah membebaskan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi pembeli.
Segera Groundbreaking dan Sistem Inden
Proyek hunian vertikal terintegrasi transportasi massal ini dijadwalkan akan melakukan groundbreaking pada Jumat (21/8). Menariknya, proyek ini menerapkan sistem kredit inden, di mana penjualan unit sudah dapat dibuka meskipun progres pembangunan fisik baru mencapai 20%.
Terkait harga unit, pemerintah menetapkan batas atas harga jual rusun subsidi mengikuti ketentuan wilayah terdekat. Berdasarkan Keputusan Menteri PKP, patokan harga tertinggi rusun di wilayah Jakarta dipatok sekitar Rp14,5 juta per meter persegi. Namun, angka tersebut merupakan batas maksimal dan pihak pengembang membuka ruang bagi harga yang lebih terjangkau.
Pembangunan tahap awal akan berfokus di Blok G dan disusul oleh Blok F dengan total ribuan unit pilihan tipe, mulai dari tipe 28, 36, hingga tipe 45 yang dilengkapi dua kamar tidur. Kehadiran rusun subsidi di jantung kota Manggarai ini diharapkan menjadi pilot project percontohan hunian vertikal perkotaan yang layak, strategis, dan ramah kantong. (E-4)













































