Melihat Keindahan Gerak Lentur Penari Legong dan Serimpi dalam Goresan Seniman Swedia Tyra Kleen

1 week ago 6
Melihat Keindahan Gerak Lentur Penari Legong dan Serimpi dalam Goresan Seniman Swedia Tyra Kleen Ilustrasi(MI/RIFALDI PUTRA)

Sosok penari Legong dalam gestur yang begitu lentur, dengan jemari, liukan tubuh, serta kain dan ornamen yang seolah masih bergerak mengikuti irama, terpampang indah di hadapan. Namun, pemandangan ini bukan tersaji di atas panggung pertunjukan, melainkan di atas kanvas berukuran 15x20 cm.

Karya seni lukis ini merupakan buah tangan seniman asal Swedia, Tyra Kleen, yang dibuat dalam rentang tahun 1919 hingga 1921. Melalui goresannya, Tyra merekam rupa sang penari sekaligus menangkap energi di balik setiap gerakannya. Sapuan garis yang detail pada setiap liuk gerak membuat penikmat seni seolah dapat membayangkan musik yang mengalun dan sang penari yang kembali bergerak hanya dengan memandangnya.

Setidaknya terdapat sekitar 10 lukisan penari Legong dan 10 lukisan penari Serimpi milik Tyra Kleen yang dipamerkan. Karya-karya tersebut menyatu dengan sejumlah karya fotografi miliknya dalam pameran bertajuk "Tyra Kleen - A Swedish Artist Celebrating Indonesian Culture: A Journey Through Java and Bali 1919-1921" yang berlokasi di lantai 85 Autograph Tower, Jakarta.

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Papua Nugini, Timor-Leste, dan ASEAN, Daniel Blockert, menyatakan kebanggaannya atas kembalinya karya-karya ini ke tanah air yang menginspirasinya.

”Saya sangat bangga bahwa kami berhasil membawa kembali sebagian kecil dari karya seni Tyra Kleen ke Indonesia. Karya-karyanya menunjukkan ketertarikannya yang mendalam terhadap budaya, seni, dan spiritualitas Indonesia, sekaligus memberikan sudut pandang yang luar biasa mengenai hubungan antara Swedia dan Indonesia," ujar Daniel Blockert dalam pembukaan pameran, Selasa (8/9/2026).

Tyra Kleen lahir di Stockholm pada tahun 1874 dan wafat pada 1951. Ketertarikannya yang mendalam terhadap budaya dan agama di Asia membawanya menginjakkan kaki di Jakarta pada 1919. Perjalanan inilah yang kemudian melahirkan sederet karya lukis luar biasa yang mendokumentasikan kekayaan budaya Nusantara.

Pameran yang dipersembahkan oleh Kedutaan Besar Swedia di Jakarta ini juga menjadi simbol penguatan hubungan bilateral kedua negara. Acara ini merupakan bagian dari perayaan 76 tahun hubungan diplomatik antara Swedia dan Indonesia, yang menonjolkan peran seni dan pertukaran budaya dalam mempererat koneksi antarmanusia.

Kehadiran pameran ini mengajak masyarakat untuk mengenal kembali warisan Tyra Kleen sekaligus melihat sejarah hubungan kedua negara melalui perspektif seni dan gagasan. Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung keindahan gerak tari dalam kanvas ini, pameran dibuka untuk umum mulai 9 hingga 30 September 2026.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |