REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr. Anang Martoyo, Ketua Career Center Cyber University
Memilih jurusan kuliah sering kali terasa seperti menentukan arah hidup untuk beberapa tahun ke depan. Bagi sebagian lulusan SMA, keputusan itu datang ketika mereka masih mencari tahu apa yang sebenarnya ingin ditekuni. Di tengah banyaknya pilihan program studi, pertanyaan sederhana seperti “mau kuliah di jurusan apa?” bisa berubah menjadi kebingungan yang cukup besar.
Persoalannya, menentukan prodi tidak cukup hanya dengan mempertimbangkan nama jurusan, tren, atau sekadar mengikuti pilihan teman. Perubahan teknologi ikut menggeser kebutuhan dunia kerja, sementara berbagai profesi baru terus bermunculan. Karena itu, lulusan SMA perlu melihat lebih jauh: keterampilan apa yang ingin mereka kuasai setelah lulus dan seberapa relevan keterampilan tersebut dengan dunia yang terus bergerak.
Di sinilah prodi menjadi bagian penting dari persiapan menuju masa depan. Pendidikan tinggi bukan hanya tempat untuk mengejar gelar, tetapi juga ruang untuk membangun pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan menghadapi dunia digital yang terus berkembang.
Perubahan kebutuhan dunia kerja membuat keputusan tersebut semakin penting. Dunia industri tidak lagi bergerak dengan pola yang sama seperti beberapa tahun lalu. Teknologi digital masuk ke berbagai bidang, mulai dari bisnis, pemasaran, keuangan, hingga layanan publik. Kondisi ini membuat perusahaan membutuhkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menggunakan teknologi, membaca perubahan, dan beradaptasi dengan kebutuhan pekerjaan yang terus berkembang.
Oleh karena itu, calon mahasiswa perlu mempertimbangkan kompetensi yang dapat mereka kuasai selama kuliah serta peluang penerapannya setelah lulus. Program studi yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan keterampilan digital dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi mereka yang ingin mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja masa kini.
Salah satu pilihan yang semakin relevan dengan perubahan tersebut adalah program studi yang menggabungkan pemahaman bisnis dengan kemampuan digital. Prodi seperti Bisnis Digital dan Digital Entrepreneurship tidak hanya membahas bagaimana sebuah bisnis berjalan, tetapi juga bagaimana teknologi dapat membantu menciptakan, mengembangkan, dan mempertahankan peluang usaha di tengah perubahan pasar.
Pada akhirnya, menentukan prodi di era digital membutuhkan cara pandang yang lebih jauh. Bukan hanya soal jurusan apa yang terdengar menarik atau gelar apa yang ingin diraih, tetapi juga tentang kompetensi yang dapat dikuasai dan bagaimana bekal tersebut membantu seseorang menghadapi perubahan dunia kerja. Semakin cepat teknologi berkembang, semakin penting pula bagi calon mahasiswa untuk memilih pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan tersebut.
Salah satu institusi yang mengambil pendekatan tersebut adalah Cyber University melalui program studi Bisnis Digital dan Digital Entrepreneurship (Kewirausahaan). Kedua prodi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami dunia bisnis sekaligus mengembangkan kemampuan digital yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pendekatan tersebut dapat menjadi pilihan bagi lulusan SMA yang ingin mempersiapkan diri untuk berkarier di perusahaan maupun membangun peluang usaha berbasis teknologi. Pada akhirnya, masa depan tidak hanya bergantung pada kampus atau gelar yang diraih, tetapi juga pada kesiapan seseorang mengembangkan kemampuan dan beradaptasi dengan perubahan.
Melalui pendidikan yang menggabungkan pengetahuan bisnis dan kompetensi digital, Cyber University terus mendorong mahasiswa untuk menjadi Future Digital Leader, generasi yang tidak hanya siap mengikuti perubahan, tetapi juga mampu mengambil peran dalam membentuk masa depan digital. Informasi lengkapnya tentang Cyber University bisa cek laman https://cyber-univ.ac.id/.

2 hours ago
5















































