Presiden Sebut Indonesia Tolak Pinjaman IMF, Pilih Perkuat Kemandirian Fiskal

1 hour ago 4

Presiden RI Prabowo Subianto membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) karena pemerintah masih mampu menjalankan pembangunan tanpa bergantung pada pinjaman lembaga tersebut. Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

"Saya kira kemarin, beberapa bulan yang lalu kaget, Menteri Keuangan kita di Washington DC ditawari pinjaman dari IMF, kita tolak. Terima kasih, tapi Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF," kata Prabowo.

Presiden mengatakan pemerintah tetap terbuka terhadap investasi. Namun, apabila pemerintah harus menarik pinjaman, pemerintah akan memilih sumber pembiayaan dengan tingkat bunga yang paling rendah.

"Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana. Ajak investasi boleh. Kalau kita pinjam uang, kita mau pinjam uang yang bunganya sekecil mungkin," kata Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara mengatakan strategi transformasi pemerintah diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan.

"Kita harus berani, dan saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya. Saya sudah hitung dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil," ujar Prabowo.

Prabowo menyebut pemerintah menargetkan jutaan masyarakat Indonesia dapat keluar dari kemiskinan. Menurut dia, capaian tersebut mulai dibuktikan dalam dua tahun pertama pemerintahannya.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |