Menantu Trump Sebut Dialog AS dan Iran Kini Jauh Lebih Intens

2 hours ago 4
Menantu Trump Sebut Dialog AS dan Iran Kini Jauh Lebih Intens Utusan Khusus AS Jared Kushner mengungkapkan komunikasi Washington dan Iran meningkat pesat di tengah upaya menyepakati perjanjian baru untuk mengakhiri konflik.(ANTARA/Ist)

UTUSAN Khusus Amerika Serikat (AS), Jared Kushner, yang juga menantu Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa komunikasi antara Washington dan berbagai pihak dalam pemerintahan Iran kini berlangsung lebih intens jika dibandingkan dengan sebelumnya. Kedua negara dilaporkan terus melakukan dialog aktif di tengah ketegangan regional yang masih berlangsung.

"Saya akan mengatakan bahwa percakapan antara pemerintah AS dan berbagai pihak dalam pemerintahan Iran di semua bidang mungkin lebih intens dibandingkan sebelumnya. Jadi, telah ada banyak dialog yang baik," ujar Kushner dalam wawancara dengan Fox News, Senin (17/8).

Kushner menjelaskan bahwa proses perundingan akan terus berlanjut. Ia menekankan bahwa Presiden AS Donald Trump memilih untuk bersikap sabar dan tidak ingin terburu-buru dalam mencapai kesepakatan. Trump disebut sedang menunggu momentum yang tepat untuk menghasilkan perjanjian yang sesuai dengan kepentingan Washington.

"Presiden Trump akan bersabar. Dia akan membuat kesepakatan yang tepat ketika waktunya sudah tepat. Namun, kami sedang melakukan pembicaraan yang sangat positif dan aktif," tambah Kushner.

Hubungan kedua negara sempat memanas setelah Trump menyatakan pada 8 Juli bahwa gencatan senjata yang dicapai pada 18 Juni tidak lagi berlaku. Sejak pernyataan itu, militer AS melalui Komando Pusat (CENTCOM) melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran sebagai respons atas tindakan Teheran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.

Iran membalas aksi tersebut dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah dan menuduh Washington melanggar kesepakatan. Meski demikian, dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak dengan bantuan mediator dari Timur Tengah berupaya menyusun ketentuan perjanjian baru guna mengakhiri perang.

Pada 9 Agustus lalu, Trump sempat menyebut negosiasi dengan Teheran berlangsung dengan kecepatan yang "setengah hati". Di sisi lain, Washington terus memantau kondisi ekonomi Iran yang dilaporkan semakin memburuk di tengah tekanan diplomatik dan sanksi yang ada. (Sputnik/RIA Novosti-OANA/Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |