Ilustrasi(ANTARA FOTO)
BANK Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II-2026 tercatat sebesar 453,4 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,4 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di level 30,6 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa perkembangan ini dipicu oleh peningkatan ULN sektor publik, baik dari pemerintah maupun bank sentral. Di sisi lain, ULN sektor swasta masih mengalami kontraksi, meski dengan laju yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
ULN Pemerintah dan Bank Sentral
Posisi ULN pemerintah pada triwulan II-2026 mencapai 216,3 miliar dolar AS, tumbuh 2,9 persen (yoy). Pertumbuhan ini melambat jika dibandingkan dengan triwulan I-2026 yang mencapai 3,8 persen (yoy). Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN), yang menandakan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.
Pemerintah berkomitmen mengelola utang secara pruden dan fleksibel untuk mendukung sektor produktif. Berikut adalah rincian pemanfaatan ULN pemerintah berdasarkan sektor ekonomi:
| Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial | 22,0% |
| Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial | 20,6% |
| Jasa Pendidikan | 16,2% |
| Konstruksi | 11,5% |
| Transportasi dan Pergudangan | 8,5% |
Sementara itu, kenaikan ULN bank sentral didorong oleh peningkatan kepemilikan non-residen pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Langkah ini merupakan bagian dari operasi moneter pro-market untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global.
Kinerja ULN Swasta
ULN swasta pada triwulan II-2026 tercatat sebesar 194,6 miliar dolar AS, mengalami kontraksi sebesar 0,6 persen (yoy). Angka kontraksi ini lebih baik dibandingkan triwulan I-2026 yang terkontraksi 1,3 persen (yoy). Penurunan ini terutama bersumber dari lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi 3,4 persen (yoy).
Sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan menjadi penyumbang utama ULN swasta dengan pangsa mencapai 79,4 persen. Mayoritas utang swasta merupakan tenor jangka panjang dengan porsi 75,7 persen.
Struktur Utang Tetap Sehat
Secara keseluruhan, struktur ULN Indonesia dinilai tetap sehat dengan dominasi utang jangka panjang yang mencapai 82,1 persen dari total ULN. Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan utang guna meminimalkan risiko stabilitas ekonomi. (Ant/I-1)
Ringkasan Data ULN Triwulan II-2026:
- Total ULN: US$453,4 Miliar (Naik 4,4% yoy)
- Rasio ULN terhadap PDB: 30,6%
- ULN Pemerintah: US$216,3 Miliar (Naik 2,9% yoy)
- ULN Swasta: US$194,6 Miliar (Turun 0,6% yoy)
- Pangsa Utang Jangka Panjang: 82,1%














































