Rangkul Mojang Jajaka Jabar, FDC Foundation Putar Film Dokumenter Negeri Susah Senyum

2 hours ago 6
Rangkul Mojang Jajaka Jabar, FDC Foundation Putar Film Dokumenter Negeri Susah Senyum Drg Ita Lestari, MARS, pendiri dan CEO FDC Dental Clinic saat membuka kegiatan pemutaran film Negeri Susah Senyum bersama para Mojang Jajaka Jawa Barat di FDC Dental Clinic Paskal, Bandung. .(MI/SUMARIYADI)

YAYASAN FDC untuk pertama kalinya memutar sebuah film dokumenter berjudul Negeri Susah Senyum. Pasangan Mojang Jajaka dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat menyaksikannya di FDC Dental Clinic Paskal di Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung.

Film produksi Yayasan FDC itu memberi gambaran nyata kondisi kesehatan dan layanan kesehatan gigi di lingkungan masyarakat terpencil. Mereka mengambil gambar kehidupan masyarakat adat Ciptagelar, di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Tidak seperti para sesepuhnya, kondisi kesehatan gigi anak-anak di wilayah itu tergolong memprihatinkan. Banyak gigi mereka yang sudah berlubang sebelum waktunya.

"Anak-anak Ciptagelar sudah mengonsumsi makanan pabrikan yang banyak mengandung gula, sehingga mempercepat kerusakan gigi. Upaya menjaga kesehatan gigi mereka juga tidak mudah dilakukan, karena faktor jarak untuk mengakses layanan kesehatan gigi," Drg Ahmad Sahrul Mubaroq, Tim Kesehatan FDC yang melakukan layanan kesehatan gigi ke lokasi.

Kondisi berbeda ditemukan pada orang tua di kampung ini. Gigi mereka terjaga karena tidak terkena makanan pabrikan di masa muda. Mereka mengonsumsi makanan langsung dari alam, tanpa tambahan yang biasa digunakan makanan pabrikan.

Sementara itu, warga Ciptagelar juga mengaku tidak pernah mendapat atau mengakses layanan kesehatan. Selain jarak yang jauh, lama perawatan dan biaya yang harus mereka keluarkan menjadi kendalanya.

Masalah itu yang melatarbelakangi Yayasan FDC sering melakukan edukasi dan perawatan massal gigi gratis langsung ke masyarakat.

"Kami tidak hanya memikirkan soal tumbuh dan berkembangkan FDC Dental Clinic. Tapi, kami ingin berkolaborasi dengan banyak pihak dan memberikan dampak positif kepada banyak pihak," ungkap drg Ita Lestari, MARS, pendiri dan CEO FDC Dental Clinic.


FAKTA DAERAH TERPENCIL


Dia mengaku memproduksi film Negeri Susah Senyum untuk mengungkapkan fakta yang masih terjadi di masyarakat terpencil, terkait soal kesehatan gigi. Film itu mengungkap bahwa akses untuk mendapatkan layanan kesehatan gigi di Indonesia masih tidak merata dan sulit dijangkau.

Di masyarakat, lanjutnya, masih kuat adanya stigma bahwa ke dokter gigi itu mahal, menakutkan dan lama. Di daerah terpencil, untuk mendapat layanan kesehatan gigi, juga harus menempuh jarak yang jauh dan memakan waktu perjalanan panjang hingga 2-4 jam.

"Fakta itulah yang membuat FDC Dental Clinic terus mengembangkan diri dan layanan ke daerah dari Sabang hingga Merauke. Saat ini, kami telah membuka 70 cabang lebih hingga Papua, dan menargetkan tahun ini bisa mencapai 100 klinik," papar Ita.

Dia berharap dengan upaya itu, masyarakat bisa mudah menjangkau akses pelayanan kesehatan gigi. FDC hadir untuk memberikan solusi kepada masyarakat, sekaligus mengubah stigma bahwa ke dokter gigi itu mudah, menyenangkan, cepat dan harga terjangkau.

"Pemutaran film ini membawa misi sosial, yakni menebar senyum. Senyum itu hak semua orang. Kami pun memiliki semboyan Be the Foundation of Every Smile," tandas Ita.


MISI SOSIAL DAN BUDAYA


Selain membuka banyak klinik, FDC Dental Clinic melalui Yayasan FDC juga melakukan beragam kegiatan sosial. Kolaborasi dengan sejumlah pihak dilakukan untuk lebih memperluas edukasi dan layanan kesehatan gigi pada masyarakat.

"Salah satu upaya FDC Foundation ialah ikut mengembangkan wisata dan kebudayaan. Karena itu, hari ini, kami merangkul para Mojang dan Jajaka Jawa Barat, sekaligus mengedukasi dan menularkan kesadran akan pentingnya kesehatan gigi pada mereka," lanjut Ita.

Sementara itu, Direktur Sosial Impact FDC Foundation, Shofi Naafi menambahkan, yayasannya memiliki tiga pilar gerakan, yakni kesehatan,
pendidikan dan kepemimpinan.

"Yayasan ini berfokus pada perluasan akses pendidikan, layanan kesehatan, pengembangan kepemimpinan generasi muda, dan keragaman budaya di Indonesia. Kami melakukan pengembangan talenta muda demi menciptakan dampak sosial yang luas bagi masyarakat Indonesia," paparnya.

FDC Foundation menjalankan misinya melalui empat pilar utama program, yaitu FDC Scholarship dengan misi memperluas akses dan kesempatan pendidikan yang layak. Selain itu juga FDC Berbagi yang memmberikan pelayanan dan bantuan sosial di bidang kesehatan serta kemasyarakatan yang tepat guna.

"Misi lainnya ialah FDC Leadership yng menyelenggarakan program pengembangan kepemimpinan dan mentorship untuk menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan. Sementara FDC Culture Diversity ialah upaya mendukung pelestarian dan apresiasi keragaman seni serta budaya bangsa," tandas Shofi.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |